oleh

Sitorus ke Sitorus, Mungkinkah Diulangi Silalahi?

SIANTAR | GN

Setelah Susanti Dewayani resmi diusulkan untuk disahkan sebagai Wakil Wali Kota Siantar terpilih, percakapan publik kini mengarah kemungkinan peristiwa Sitorus ke Sitorus, akan terulang bagi Silalahi.

Ketua Garda NKRI Kota Siantar, Fikkri Badrisyah Sinaga, mengutarakan hal itu pascausulan pengesahan Susanti Dewayani dihasilkan lewat Sidang Paripurna DPRD Kota Siantar, Jumat (30/01/2021) sore.

“Kita ucapkan selamat kepada Ibu Susanti yang sudah diusulkan untuk segera disahkan sebagai wakil wali kota pemenang Pilkada Siantar 9 Desember 2020 lalu. Kita berharap kelak beliau akan amanah dalam memimpin Siantar,” harap Fikkri.

Susanti Dewayani nantinya sambung Fikkri, tentu tidak akan lama menjabat sebagai Wakil Wali Kota Siantar. Sosok dokter spesialis anak ini secepat mungkin akan dilantik lagi sebagai Wali Kota Siantar. Menggantikan almarhum Asner Silalahi yang meninggal dunia.

“Lantas kursi Wakil Wali Kota Siantar yang ditinggalkan oleh Susanti Dewayani nantinya, tentu akan menjadi kosong. Delapan partai politik di Kota Siantar akan bersepakat untuk mengusung sosok yang pantas mengisinya. Ini masih misteri,” papar Fikkri.

Nama anak laki-laki Asner Silalahi yang digadang akan mengisi kekosongan kursi yang ditinggal Susanti, belumlah merupakan satu jaminan kepastian bisa terwujud.

“Sama dengan misteri almarhum Hulman Sitorus dulu. Anak laki-laki almarhum sampai istri almarhum digadang-gadang akan mengisi kekosongan kursi wakil wali kota yang ditinggal Hefriansyah. Kenyataannya, Togar Sitorus yang duduk. Misteri ini bukan tidak mungkin terjadi ke depan nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fikkri mengisyaratkan, jika di masa lalu Togar Sitorus yang akhirnya menjabat Wakil Wali Kota Siantar berasal dari luar keluarga sedarah almarhum Hulman Sitorus, bisa jadi nanti hal sama terulang. Yang duduk justru Silalahi dari luar kelurga sedarah Asner Silalahi.

“Memang Silalahi juga. Tapi dari luar keluarga sedarah almarhum Asner. Ini berkaca dari peristiwa almarhum Hulman Sitorus. Semua bisa saja terjadi, kan!. Berkaca dari peristiwa sebelumnya,” imbuh Fikkri tak menyebut siapa Silalahi dari luar keluarga sedarah Asner yang ia maksud.

Tiga Sosok Berpotensi

Pertaruhan politik menentukan Wakil Wali Kota Siantar kelak, menurut Fikkri sangat ketat. Selain anak kandung Asner Silalahi ikut menghiasi bursa, kini mulai mengalir dukungan masyarakat kepada sejumlah elite partai politik Kota Siantar.

“Munculnya dukungan kepada tokoh-tokoh politik ini tidak bisa terbantahkan sebagai kepedulian masyarakat akan masa depan Kota Siantar. Ada keraguan publik jika wakil wali kota diisi oleh sosok yang tak berkapasitas, maka copy paste satu periode sebelumnya akan kita alami lagi,” proteksi Fikkri mengembang.

Menurut Fikkri lagi, ada tiga tokoh politik yang berpotensi untuk berkompetisi merebut kursi wakil wali kota tersebut. Ketiganya adalah para pimpinan DPRD Kota Siantar.
Timbul M Lingga, Mangatas Silalahi dan Ronald Tampubolon.

“Selain anak laki-laki Asner. Ketiga pimpinan dewan ini menurut saya paling berpeluang untuk “dilaga” sebagai kandidat wakil wali kota. Jadi proses ini penting untuk menakar kapasitas dan kapabilitas wakil wali kota mendatang. Tidak sebatas ban serap, namun bisa berkontribusi lebih banyak bagi pencapaian tujuan dan harapan warga Kota Siantar,” ujar Fikkri lagi.

Tidak hanya sekadar ditentukan oleh parlemen, Fikkri berharap, para sosok calon wakil wali kota mendatang, hendaknya “dilempar” ke publik untuk menakar kapasitas dan kapabilitasnya.

“Jadi calon-calon wakil wali kota itu. Ikut fit and propertest publik. Begitu kira-kira keinginannya. Di mana di dalamnya ada akademisi, ahli dan sebagainya untuk menguji. Tidak sekadar di parlemen saja digodok. Sehingga, sosok wakil wali kota itu kelak benar-benar orang yang berkualitas,” tandas Fikkri lagi.

Fikkri juga menambahkan, dalam masa kamapanyenya semasa hidup, Asner Silalahi menawarkan beragam program yang sangat dahsyat. Masyarakat ingin program itu terjaga dan terjamin perwujudannya kelak.

“Jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Publik ingin program yang sempat dijanjikan itu bisa dilanjutkan Susanti untuk terwujud. Karena itu, Susanti butuh pendamping yang kuat dalam berbagai suasana. Menentukan siapa wakil Susanti, ini pantas dilakukan dengan cermat dan teliti. Sekali lagi saya tekankan. Agar kita tidak copy paste dari periode sebelumnya, wakil Susanti harus orang yang tepat,” tutup Fikkri. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA