oleh

Tegas pada Pelanggar Prokes, Sumut Berhasil Tekan Angka Penyebaran Virus Covid-19

MEDAN | GN

Upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara, kian menunjukkan capaian membanggakan.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dalam konferensi pers di kediaman dinas Kapoldasu Jalan Balaikota, Medan, Kamis (19/11/2020) kemarin, menguraikan, angka penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara mulai menurun.

Indikator itu dapat dilihat dari sebelumnya Sumut masuk pada peringkat ke-7 se-Indonesia, kini peringkat ke-8 daerah tertinggi risiko penyebaran Covid-19.

Data dari tim penanggulangan Covid – 19 Provinsi Sumut, penyebaran virus corona cukup dapat terkendali. Dari posisi 260 terkonfirmasi Covid-19, saat ini menurun sekitar 70 orang perharinya, dan nilai kesembuhan saat ini sangat baik hingga ke angka 28 persen.

Namun nilai angka kematian akibat Covid-19 di Sumatera Utara masih cukup tinggi. Untuk hal ini, satgas Covid-19 akan terus gencar melalukan razia dan berikan tindakan tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan.

Selaku Ketua Satuan Tugas Covid-19 Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi turut didampingi Wakil Ketua II Satgas Covid-19, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin, turut memastikan untuk penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara, Forkopimda Sumut akan menindak tegas dan memberikan sanksi tegas kepada para pelanggar protokol kesehatan.

“Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat menjaga diri dengan tidak melaksanakan kegiatan yang mengundang banyak orang,” Edy Rahmayadi.

Tindakan tegas yang diberikan kepada para pelanggar prokes dari mulai sanksi sosial hingga denda pun sudah mulai berjalan. “Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Sumatera Utara,” tegas Gubsu.

Sementara Kapolda Sumut bersama tim Satgas Covid-19, pada kesempatan itu menambahkan, pihaknya akan terus melakukan razia yustisi ke tempat-tempat yang dijadikan lokasi kerumunan warga yang dapat menimbulkan claster baru dalam penyebaran Covid-19 di Sumut. Bagi pengusaha dan para warga yang masih membandel akan diberikan sanksi denda.

“Polda Sumut akan terus menjalankan tugas dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Serta akan bertindak sesuai aturan yang telah ditentukan oleh Undang-undang tentang Karantina Orang,” tutup Kapolda Sumut. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA