oleh

Asner – Susanti Versus Kolom Kosong: Mana yang Menang?

SIANTAR | GN

Pertarungan Pilkada Kota Siantar 9 Desember 2020 mendatang, Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar Asner – Susanti, dipastikan melawan kolom kosong. Lantas, mana yang menang?

Ketua Garda NKRI Siantar – Simalungun, Fikkri Sinaga, memprediksi kelak hasil perolehan suara di Pilkada Siantar akan didominasi Paslon Asner – Susanti. Selisih perolehan suara pasangan bertagline “PASTI” itu bahkan terpaut jauh dari perolehan suara kolom kosong. Di kisaran 85 hingga 90 persen.

“Prediksi saya kolom kosong hanya mentok di angka 10 sampai persen saja. Paling melonjak di angka15 persen. Itu sudah sangat tinggi,” kirka Fikkri terungkap, Rabu (18/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Dijelaskan Fikkri, ada tiga faktor yang mendasari prediksinya tersebut. Pertama adalah faktor finansial, sosial lalu religius. “Yang pertama faktor finansial. Tak ada finansial yang mengorganisir apalagi menggerakkan masyarakat untuk memilih kolom kosong. Sehingga, kolom kosong tak diminati. Kita tak perlu membantah kenyataan. Politik itu butuh ongkos,” katanya.

Sementara faktor kedua sambung Fikkri, faktor sosial. Dimana sosok Asner dan Susanti sebagai pilihan di Pilkada Kota Siantar, adalah merupakan makhluk sosial.

“Asner dan Susanti itu konkrit makhluk sosial. Manusia nyata. Normalnya, manusia ya berinteraksi dengan manusia. Artinya, Asner dan Susanti lebih berpeluang mengajak orang untuk memilih mereka. Karena sama-sama makhluk sosial. Kalau kolom kosong yang jelas bukan perwujudan dari manusia mana pun, bagaimana mungkin bisa mengajak orang untuk memilih,” sambung Fikkri.

Sementara itu faktor terakhir yang membuat Asner – Susanti bisa keluar sebagai pemenang telak di Pilkada Siantar, menurut Fikkri adalah soal hubungan religius.

“Jadi nilai religius Asner – Susanti dengan masyarakat Kota Siantar juga merupakan kata kunci terakhir bagi kemenangan mereka,” ungkap Fikkri.

Lebih jauh Fikkri menguraikan, Asner yang berlatar belakang Nasrani, pada Pilkada nanti tentu akan didukungan oleh masyarakat Nasrani pula secara umum. Sama halnya dengan Susanti yang mewakili muslim. Sudah barang tentu akan mendapat dukungan dari masyarakat berlatar belakang Islam.

“Dukungan itu jelas karena adanya nilai religius Paslon dengan pemilih. Sementara kolom kosong, nilai religius apa yang bisa ditarik ke sana. Kita semua mengetahui kalau persentase masyarakat Siantar mayoritas ada di Nasrani. Mencapai 53 persen. Disusul Islam 43 persen. Kalau ditotal mencapai 96 persen,’ ungkap Fikkri.

Tidak dibantah nantinya sambung Fikkri, akan ada saja masyarakat pemilih yang cenderung memilih kolom kosong. Baik itu dari masyarakat berlatar belakang agama dan sosial. Namun kecenderungan itu dianggap Fikkri, jumlahnya tidaklah signifikan.

“Yang mencari alternatif ke kolom kosong itu saya pastikan ada. Tapi itu tadi saya prediksi. Paling ditotal hanya di kisaran 10 persen untuk menjatuhkan pilihan ke kolom kosong,” tutup Fikkri.

Seperti diketahui, Pilkada Siantar hanya menghadirkan satu Paslon tunggal Asner – Susanti. Karena itu, kolom kosong dipastikan ikut mengisi surat suara sebagai pilihan alternatif bagi pemilih. (Rido)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA