oleh

Fiqri Sinaga: Isu Rasisme di Pilkada Siantar Tak Relevan

SIANTAR | GN

Isu Rasisme dengan tujuan menjatuhkan kredibilitas pasangan calon tunggal di Pilkada Siantar Desember 2020 mendatang, dianggap sudah tidak relevan.

Demikian hal ini disampaikan Ketua Garda NKRI Kota Siantar, Fiqri Sinaga, Rabu pagi (4/10/2020) sekira pukul 10.00 WIB.

“Kita sangat prihatin kalau isu rasisme dipakai untuk tujuan tertentu. Apalagi menjatuhkan kredibilitas Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar di Pilkada ini. Sangat tidak relevan sekali itu menurut saya,” papar Fiqri.

Pilkada Siantar sambung Fiqri, praktis sebagai bagian dari proses demokrasi bernegara. Sehingga, penggunaan isu rasisme tidak elok untuk dijadikan alat dalam menyerang pihak lain.

“Pakai rasis untuk menyerang pihak lain justru menunjukkan ketidakmampuan akal dalam berinovasi berdemokrasi. Intelektualitas yang sempit dan tak mumpuni. Siapa saja yang membawa isu rasis untuk menyerang pihak lain di Pilkada kali ini, sama saja mengerdilkan diri sendiri,” sambung Fiqri.

Seperti diketahui, sebelumnya, calon Wali Kota Siantar Asner Silalahi, disebut kurang menghargai etnis Simalungun. Pasalnya, Asner tidak menemui tokoh Simalungun dalam perjalanannya bersosialisasi sebagai calon wali kota tunggal di Pillada Siantar Desember 2020 mendatang.

Ketua KNPSI, Janwiserdo Saragih, kemudian ‘berkicau’ lewat media online, dengan menyerukan kepada etnis Simalungun untuk tidak memilih Asner Silalahi.

Fiqri Sinaga, sebagai etnis Simalungun, justru menolak seruan itu. Bahkan, Fiqri mengimbau agar Janwiserdo tidak menggunakan isu Rasisme dalam Pilkada Siantar.

Apalagi, sepengetahuan Fiqri, Asner Silalahi sudah menemui sejumlah tokoh Simalungun. Bahkan, berziarah ke Kerajaan Raja Siantar di Pematang. (Maulana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA