oleh

Dua Tahun Ijasah Tak Keluar, Asner jadi Harapan Baru Wali Murid SD Taman Asuhan

SIANTAR – GN

Sebanyak 80 an murid SD Taman Asuhan tak menerima ijasah selepas tamat dua tahun silam. Para wali murid kini menjatuhkan harapan baru kepada Wali Kota Siantar periode berikutnya.

“Anak-anak kami sudah pun mau tamat SMP. Tapi ijasah SD tak keluar-keluar dari Taman Asuhan. Tahun depan kita berharap berganti Wali Kota Siantar ke tangan Pak Asner, masalah bisa teratasi,” harap para wali murid, Senin (12/10/2020) pagi.

Para wali murid yang sejak dua tahun sibuk memikirkan ijasah anak mereka yang tak kunjung keluar lantaran kepala sekolah tak berkenan menandatanganinya, mengaku kini tak berharap lagi kepada Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, mau perduli terhadap permasalahan yang mereka hadapi.

“Dulu kita sempat berharap wali kota bisa menjadi solusi. Tapi kayaknya dua tahun kita berharap, apa pun tak terjadi. Maka itu sekarang kita sudah tak berharap lagi. Pak Asner lah harapan baru kita nanti kok beliau sudah jadi wali kota,” paparnya.

Asner Silalahi sebagai calon wali kota di periode berikutnya, menurut para wali murid lebih pantas untuk diharapkan mampu menjadi solusi dari masalah yang terpecahkan selama ini. Sebab para wali murid mengetahui jika Asner Silalahi, sangat peduli pendidikan.

“Pemimpin kalau tak perduli dengan masalah masyarakatnya, untuk apa diharapkan. Bagusan kami nunggu Pak Asner jadi wali kota dulu. Harapan kami kepada pemimpin sekarang ini sudah luntur,” pungkas Bu Dewi, salahsatu dari para wali murid yang ketika itu tengah berkumpul berbincang-bincang di salah satu lokasi pusat jajanan Kota Siantar.

Para wali murid bertemu untuk membahas langkah apa yang akan ditempuh selanjutnya agar mendapat penyelesaian pasti. Mengingat, anak-anak mereka sebentar lagi akan tamat dari bangku SMP.

Sekadar diketahui, kepala sekolah tak berkenan menandatangi ijasah Murid SD Taman Asuhan yang tamat di tahun ajaran 2018-2019 lalu, lantaran dipecat dari jabatannya di masa proses tahun ajaran berjalan.

Sepanjang dua tahun permasalahan itu terjadi, tak ada solusi apa pun dari pihak Dinas Pendidikan Kota Siantar apalagi Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA