oleh

Dua Hal Ini jadi Alasan Tokoh MMI Menolak Kotak Kosong

SIANTAR | GN

Bukan perwujudan dari Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. Asner Silalahi dinilai begitu komunikatif. Dua hal inilah yang menjadi alasan mengapa kotak kosong diabaikan.

“Bagi kami, karena dua alasan itu,” singkat Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, Ir Bonatua Pospos, Selasa siang (06/10/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

“Terus terang saja. Paling mendasari kita berpihak kepada sesuatu, pasti karena ada harapan untuk terwujudnya tujuan kita . Kalau tidak ada tujuan dalam memilih kotak kosong, untuk apa kita lakukan,” tandas anggota DPRD Kota Siantar periode 1999-2004 ini menambahkan.

Dewan Pengawas PDAM Tirtauli Kota Siantar tahun 2010 ini menegaskan, pihaknya sudah lama melakukan penelusuran terkait kotak kosong.

“Hasil penelusuran kami, kotak kosong itu ternyata bukan perwujudan dari perlawanan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. Kita coba dalami lagi, tak ada harapan di sana. Makanya kita memilih untuk mendukung Asner Silalahi dan Susanti Dewayani,” tambah Bona.

Apalagi ketika sudah memutuskan mendukung Asner Silalahi dan Susanti, masih kata Bonatua, pihaknya semakin mengetahui lebih dekat siapa sosok Asner sesungguhnya.

“Liar biasa. Pandainya beliau berkomunikasi membuat kami hakkul yakin. Beliau layak dan pantas memimpin Siantar,” papar Bona melanjutkan.

Bisa lebih dekat mengenal sosok Asner dan Susanti, menurut Bonatua sudah sangat pantas untuk tidak memilih kotak kosong.

“Saya rasa manusiawi kenapa MMI lebih memilih Asner – Susanti ketimbang kotak kosong. Jelas karena kami saling mengenal paling tidak. Kalau kotak kosong, siapa itu. Kita gak mengenalnya,” ungkap Bonatua.

Namun tidak dipungkiri sambung Bonatua, bila kotak kosong merupakan perwujudan dari perlawanan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor demi mengalahkan Asner Silalahi – Susanti, dirinya juga masih belum secepat ini menjatuhkan putusan mendukung Asner – Susanti.

“Problemnya itu tidak terjadi. Kotak kosong bukanlah perwujudan dari perlawanan sosok tokoh mana pun. Hanya hore-hore tiada makna,” ungkap Bona.

Sekadar diketahui, Pilkada Desember 2020 mendatang, Asner – Susanti menjadi pasangan calon tunggal untuk dipilih. Lawan kotak kosong, Asner – Susanti dipercaya mampu meraih kemenangan. Begitu pun, ketika kelak kotak kosong harus menang, maka Wali Kota Siantar akan ditunjuk pejabat dari Pemprov Sumut. Sampai gelar pemungutan suara kedua kembali dilaksanakan. (Rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA