oleh

Wali Kota Siantar Dituntut Tanggungjawab atas Aksi Para Bilal Mayit Jadi-jadian

SIANTAR | GN

Viralnya berita tentang pemandian jenazah wanita yang dilakukan oleh yang bukan muhrimnya, memantik reaksi dari beragai tokoh agama, budaya dan masyarakat sejak beberapa hari lalu.

Kini.giliran Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Siantar angkat bicara. Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, diminta bertanggungjawab.

Ketua GP Ansor Kota Siantar, Ridwan Akbar M Pulungan SSos.I, menilai aksi para Bilal Mayit sangat mencederai hati ummat Islam.

“Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, kami minta buka suara selaku penanggungjawab gugus tugas penanganan covid di Kota Siantar. Kata maaf yang disampaikan Dirut RSUD dr Djasamen Saragih tidak serta merta mengobati luka ummat Muslim,” tegas Akbar dalam pesan elektronik yang diterima redaksi, Jumat malam (25/09/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Akbar juga mendesak agar para jajaran pejabat di RSUD dr Djasamen Saragih segera diberhentikan. Sanksi itu dinilai layak sebagai bentuk hukuman bagi para jajaran pejabat RSUD dr Djasamen Saragih.

“Memberikan sanksi itu dapat meredam kemarahan ummat sekaligus membuktikan komitmen Wali Kota Siantar sebagai penanggungjawab tertinggi di kota ini,” ungkap Akbar lagi.

Gerakan Pemuda Ansor lanjut Akbar, akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian agar tidak terjadi sikap-sikap intoleran terjadi di Kota Sianta. “Ansor Maju Satu Barisan,” tutupnya.

Sekadar diketahui, empat pria dua diantaranya non muslim, nekat memandian jenasah pasien perempuan yang meninggal di RSUD dr Djasamen Saragih beberapa hari kemarin.

Tindakan Bilal Mayit jadi-jadian ini pun sontan mendapat reaksi keras dari pihak keluarga dan membawa masalah itu ke jalur hukum. Sejauh ini, Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, belum memberikan klarifikasi ke publik atas sikapnya selaku wali kota. (Rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA