oleh

Asner Silalahi, Sang “Penakluk” Para Ketua (Bagian-2)

Laporan: Mulyadi / Syawal Tarigan

Apa jurus pamungkas yang digunakan Asner sehingga mampu menaklukkan hati para ketua partai politik untuk mau bersatu mendukungnya?

Sungguh pertanyaan yang menarik untuk dicermati. Jawaban yang paling ditunggu publik saat ini.

Apakah karena kemampuan pribadi Asner seorang? Demi mendapatkan jawaban itu dari Asner Silalahi, tim kami pun mencoba menemuinya di kediaman, Jalan Sidamanik Kelurahan Siantar Martimbang Kecamatan Siantar Selatan Kota Siantar.

Pintu pagar besi rumah sederhana itu masih tertutup rapat. Ketika kami baru tiba sore kemarin. Tak menunggu begitu lama, setelah “bersongonon” sejenak dengan penerima tamu, kami pun dipersilahkan masuk dan dipertemukan dengan sosok yang bikin penasaran itu.

Sungguh di luar bayangsn. Baru sekali berhadap-hadapan, kesan tergambar dari tampilan Asner Silalahi tidaklah berlebihan. Justru sangat sederhana. Bersahaja dan ramah.

Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami, Asner Silalahi kemudian mempersilahkan duduk di sofa beranda depan rumah. Bicang-bincang kami pun mulai mengalir ditemani kopi panas yang terhidang di atas meja.

Mengawali wawancara, putra ke-3 dari lima bersaudara, ini terlebih dahulu menarik kenangan indah masa kecilnya. Sampai pada akhirnya berakhir pada alasan paling fundamental mengapa harus maju merebut kursi Siantar-1.

Pribadi yang Rendah Hati

Dari rahim seorang guru SD, Asner Silalahi dilahirkan pada 16 Juli 1961 di Kota Siantar. Ayahnya yang hanya pegawai negeri sipil menegaskan kehidupan keluarga yang sederhana.

Dari kesederhanaan itu jugalah ternyata, mental dan karakter pribadi Asner tertempa menjadi sosok yang rendah hati. Pekerja keras dan berkepedulian tinggi.

Menceritakan masa kecilnya, raut wajah Asner terlihat berubah sumringah. Seolah ia masih berada pada kenangan indah bersama kedua orangtua yang kini sudah tiada.

“Kami lima bersaudara. Tiga lelaki dan 2 perempuan. Saya bersekolah di SD Negeri 48, lalu SMP Negeri 3 dan lanjuta ke SMA Negeri 1 Siantar,” kenang Asner dengan mata berkaca-kaca.

Setelah menamatkan pendidikan SMA, berbekal keberanian dan tekad kuat, Asner berhijrah ke Kota Medan menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Waktu SMA itu saya sudah hobby menulis. Bahkan ketika sudah menjadi mahasiswa di Medan, tulisan-tulisan saya sudah terbit di koran Sinar Indonesia Baru,” ucapnya tersenyum lebar. (Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA