oleh

Asner Silalahi, Sang “Penakluk” Para Ketua

Laporan: Mulyadi / Syawal Tarigan

Tidak berlebihan menobatkan sosok satu ini sebagai politikus handal. Namun karena mengingat karirnya di dunia perpolitikan yang belum seumur jagung, hal itu bisa mengundang perdebatan.

Mungkin agar lebih santun, pantas disematkan julukan “Sang Penakluk Para Ketua” saja kepadanya.

Siapa lagi kalau bukan Asner Silalahi. Ya, baru sosok fenomenal inilah satu-satunya yang berhasil menyatukan seluruh ketua partai politik di Kota Siantar.

Tak heran dengan keberhasilannya, Asner Silalahi jarang absen dari topik perbincangan hangat di tengah-tengah kalangan masyarakat akhir-akhir ini. Decak kagum sampai pujian terus saja mengekori namanya acapkali bicara konteks Pilkada Siantar yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

Bagaimana tidak, Kota Siantar yang dikenal sebagai kotanya para ketua-ketua, seolah kehilangan identitasnya. Tergilas oleh kepribadian Asner yang luwes dan mumpuni.

Setidaknya, rujukan itu bisa disimpulmati dari gebrakan Asner yang mampu menyatukan seluruh ketua-ketua partai politik untuk mendukungnya di Pilkada Siantar musim ini.

Kurang relevan jika menyebut tak ada pilihan lain bagi partai politik untuk mengusung sosok selain Asner. Sebab publik Siantar hafal betul beberapa nama yang sudah ‘merengek’ mengajukan diri ke partai-partai politik demi mendapatkan dukungan maju di Pilkada Siantar.

Namun begitulah faktanya. Semua para ketua partai politik pemilik kursi di Legislatif, rupanya tak bersedia menyerahkan dukungan kepada yang lain. Asner seoranglah yang menjadi tumpuan utama bagi mereka.

Menjatuhkan pilihan kepada Asner Silalahi, tentulah tak muncul secara tiba-tiba. Para ketua partai politik pasti punya alasan mendasar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tapi ya sudahlah. Rasanya perlu berhari-hari untuk mendiskusikan alasan apa yang membuat para ketua-ketua partai politik menyatu untuk Asner.

Fenomena calon wali kota tunggal yang kini tak terhindar bakal ‘pecah telur’ di Kota Siantar, sepertinya lebih menarik untuk diargumentasikan. (Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA