oleh

Amas Ngomong Pedas Di Musda Golkar Siantar! Kenapa?

SIANTAR | GN

Potensi penghianatan dalam perjuangan lazim terjadi. Merujuk dari pesan Sekretaris Partai Golkar Sumut, Amas Muda, bibit itu seolah muncul di tubuh Partai Golkar Siantar?

“Jika ada yang lari dari jalur maka akan kita evaluasi!” Begitu sepenggal kalimat peringatan yang dilontarkan Amas Muda dalam sambutannya pada pembukaan Musda Golkar Kota Siantar, Rabu (26/08/2020) kemarin.

Pesan moral dari para pimpinan acapkali mewarnai momen penting organisasi. Selain mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, harapannya tentu agar seluruh potensi yang dimiliki tidak merusak perjuangan.

Peserta musda kala itu sontak terhenyuh mendengar pidato Amas Muda yang terlontar di suasana kesakralan musda. Di belakang Amas berpidato, sejumlah kader yang memahami arah pidato Amas terlihat berbisik.

Salah-seorang pengurus Partai Golkar Kota Siantar, menjawab penasaran GOBERnews usai acara musda. Pria itu menegaskan, ada sinyalemen pidato Amas tertuju kepada sejumlah kader yang tercium hendak menggembosi perjuangan partai. Terkhusus di Pilkada Siantar.

“Ada isu. Masih isu tapi ya. Kader kita ada yang ikut-ikutan dalam kepanitiaan memenangkan kotak kosong. Namun itu masih belum bisa dipastikan. Mungkin akan dilakukan pengusutan soal kebenarannya nanti,” tutur seorang pentolan partai minta namanya tak disebutkan.

Konon kabarnya, ada gerakan yang hendak dibangun demi memenangkan kotak kosong. Begitu pun, pengurus partai mengaku tak menguwatirkan hal itu bilamana terjadi.

“Itu (kampanye kotak kosong) adalah hal biasa dalam demokrasi. Dari pada tidak saja itu. Namun janganlah kader kita ikut-ikutan. Itu yang tak biasa. Mungkin kalau ada orang seperti itu di Golkar, sebaiknya cepat-cepat keluar,” tegasnya.

Jelang Pilkada Desember 2020 mendatang, kampanye kotak kosong memang digadang-gadang akan muncul. Kotak kosong hadir mewarnai Pilkada Siantar, tak lepas dari calon tunggal di Pilkada Siantar.

Bakal calon wali kota dan Wakil Wali Kota Siantar, Asner – dr Susanti, diprediksi kuat sebagai satu-satunya peserta Pilkada. Di dalam aturan, jika Pilkada hanya diikuti oleh satu peserta, maka kotak kosong hadir sebagai alternatif pilihan bagi masyarakat.

Demi mengganjal langkah Asner – dr Susanti memenangkan Pilkada Desember 2020 mendatang, kampanye kotak kosong memang mulai terdengar. Namun sampai sejauh ini, tidak tampak aksi nyata dari kampanye kotak kosong tersebut. (Ung/ Syawal Tarigan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA