oleh

“Anak Kolong” Siap Perjuangkan Buruh

MEDAN – ST

Organisasi pekerja independen yang conncern memperjuangkan hak buruh dan pekerja, lahir dari “rahim” organisasi anak-anak Tentara (Anak Kolong) Sumut.

Ir Erry Sukartono S dan Yan Surya Dharma (Donking) sebagai penggagasnya, menabalkan namanya dengan
Solidaritas Pekerja Anak Kolong (SPAK).

“Akte pendirian SPAK, kemarin telah kami kirimkan ke Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta. Dengan demikian organisasi pekerja yang berazaskan Pancasila ini, akan ikut berkiprah dan berkontribusi membantu pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha dan pekerja,” kata Ketua DPD SPAK Sumut, Ir Erry Sukartono S melalui Sekjennya Yan Surya Dharma (Donking) saat ditemui wartawan, kemarin.

Didampingi Bendahara Medinawaty, Wakil Ketua A Dony Brutu SH, Syahrul Muhammad (Alung), Jemy Budiarto Damanik,Ridwan Nasution, Darwinsyahbudin, Wakil Sekretaris Siti Rahmah Tanjung Chacha Nasution, Dedi Rizaldi dan Wakil Bendahara Senorita Deliana, Donking juga mengungkapkan, SPAK didirikan sesuai dengan UU No. 21 Tahun 2000.

”Undang Undang tersebut tentang Serikat Pekerja, serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk pekerja/buruh. Baik di perusahaan maupun di luar perusahaan yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya,” urai mantan Sekretaris GM FKPPI Sumut ini.

Donking menambahkan, SPAK adalah wadah pekerja yang akan berserikat di perusahaan dan di luar perusahaan, sebab setiap pekerja/buruh berhak membentuk atau bergabung dalam organisasi serikat pekerja.

“Hak pekerja ini tertuang dalam UU 1945 Pasal 28: Kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran baik secara lisan maupun secara tulisan, memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Serta mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum yang merupakan hak setiap warga negara,” tutur Sekjen DPD Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Sumut ini.

Tujuan berdirinya SPAK, tambah Donking, di antaranya untuk memperjuangkan, membela, serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh, khususnya yang terdaftar dalam keanggotaan.

Selain itu, meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya. SPAK juga merupakan sarana untuk memperjuangkan, melindungi, dan membela kepentingan dan kesejahteraan pekerja/buruh beserta keluarganya.

“SPAK juga bertekad akan mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan, yang berdasarkan Pasal 1 UU Ketenagakerjaan. Di mana suatu sistem hubungan akan terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah,” tambahnya.

Fungsi serikat pekerja SPAK, adalah sebagai pihak dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan penyelesaian masalah ketenagakerjaan Sebagai wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerjasama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya Sebagai sarana untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“SPAK juga akan menjadi sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya.
Sebagai perencana, pelaksana, dan penanggungjawab pemogokan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Sebagai wakil pekerja/buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham perusahaan,” tutup Donking. (Net/Ki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA