oleh

Kampanye Kotak Kosong Mulai Didengungkan untuk Menyerang Asner – Susanti?

SIANTAR – ST

Disaat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengumumkan Asner-Susanti sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar di Pilkada Desember 2020, kampanye kotak kosong mulai dikumandangkan.

Pemerhati Kebijakan Kota Siantar, Zul List, mengatakan, kampanye kotak kosong cenderung bertujuan menyerang Asner – Susanti. Namun publik menganggap hal itu hanya sebatas bentuk pelampisan kecewa dari para pendukung Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor.

“Mengampanyekan kotak kosong itu cenderung diartikan sebagai pelampiasan saja dari rasa kecewa pendukung Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor yang gagal untuk meraih dukungan PDI Perjuangan,” tegas Zul List, Jumat malam (17/07/2020) sekira pukul 19.30 WIB.

Zul List juga menambahkan, kamanye kotak kosong tidak akan efektif apalagi bertujuan untuk menjegal langkah Asner – Susanti dalam memenangkan Pilkada Desember 2020 mendatang.

“Para pendukung Hefriansyah Noor ini hanya bisa berharap kampanye itu bisa membangkitkan adrenaline sang petahana. Selain itu tidak ada harapan lain. Kalau untuk tujuan menjegal kemenangan Asner – Susanti di Pilkada, saya rasa sia-sia. Karena Hefriansyah Noor, sudah menunjukkan batas kualitas dirinya,” ungkap Zul List.

Masih kata Zul List, kegagalan Hefriansyah dalam berjuang merebut dukungan partai politik untuk mencalonkan kembali sebagai Wali Kota Siantar di Pilkada 2020, tak terlepas dari kinerjanya selama memimpin Kota Siantar.

“Kinerja Hefriansyah dipantau dan diukur oleh partai politik. Dengan hasil mengecewakan selama ini, tentu partai politik enggan memberikan dukungannya kepada Hefriansyah. Ini bagian dari indikator juga mengapa Hefriansyah tak dipercaya oleh satu pun partai politik,” ungkap Zul List.

Sekadar diketahui, Asner – Susanti telah diumumkan PDI Perjuangan sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar di Pilkada Desember 2020 mendatang. Pengumuman langsung disampaikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarno Putri.

Dengan diumumkan oleh PDI Perjuangan, pasangan Asner – Susanti mengantongi jumlah total 27 kursi dari 30 kursi di DPRD Kota Siantar. Sisa tiga kursi dari Gerindra, saat ini tak bertuan. Dengan komposisi dukungan tersebut, dipastikan Asner – Susanti akan maju di Pilkada Siantar melawan kotak kosong.

Keyakinan publik bahwa Asner – Susanti akan melawan kotak kosong, juga tidak terlepas dari besar kemungkinan akan gagalnya pasangan jalur perseorangan Ojak – Effendi, merampungkan surat dukungan yang sudah ditolak mencapai 4 ribuan.

Ketua Bawaslu Kota Siantar, M Syafi’i, belum mau membuka hasil verifikasi dukungan pasangan Ojak – Effendi dengan alasan belum menerima rekap KPUD Siantar.

Terpisah, ketua Bawaslu Kecamatan, mebenarkan jika data dukungan Ojak – Effendi, banyak dicoret. “Rata-rata 500 ada lah tiap kecamatan data dukungannya yang dicoret,” tutur ketua Bawaslu Kecamatan minta namanya tidak disebutkan.

Jika dikalikan 8 kecamatan dengan rata-rata 500 dukungan dicoret atau tidak memenuhi syarat (TMS), maka total dukungan pasangan Ojak – Effendi hilang mencapai 4000 dukungan.

Ke 4000 data TMS itu harus ditutupi pasangan Ojak – Effendi dua kali lipat dalam masa waktu 5 hari sejak dumumkan resmi hasil verifikasi faktual oleh KPUD Siantar. Bukan lagi 4000, data TMS harus dikembalikan dua kali lipat agar dukungannya bisa memenuhi syarat penetapan sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar dari Jalur Independent. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA