oleh

Terpisah 19 Tahun karena Tsunami Aceh, Anak dan Ayah Dipertemukan Kembali

MALAYSIA | GN

Bertemu kembali dengan orang terkasih setelah berpisah selama bertahun-tahun lamanya tentunya menimbulkan rasa haru tersendiri.

Dilansir brilio.net dari mstar.com.my, Senin (13/7/2020), seorang gadis asal Aceh akhirnya menemukan sang ayah setelah berpisah selama 19 tahun.

Nurul Happy Zilandra atau akrab disapa Iza, berhasil menemukan ayahnya melalui bantuan media sosial. Iza meminta bantuan kepada gadis asal Kedah, Malaysia bernama Nur Lyana Aqilah Ahmad Nasir.

Iza menulis pesan lewat DM Instagram kepada Lyana untuk membantunya mencari sang ayah. Tak disangka, dalam waktu tiga jam saja, Iza dapat terhubung dengan sang ayah, Rahim Said melalui bantuan warga Twitter.

Pada awalnya, Lyana merasa berat hati untuk membalas pesan Iza karena takut jika Iza adalah seorang scammer.

“Awalnya saya tidak accept request DM dia. Saya buka profil IG dia dulu. Setelah saya lihat foto-fotonya, dia tidak terlihat seperti scammer. Setelah itu saya lihat ada satu foto di mana dia mengunggah foto ayahnya dengan location Malaysia pada tahun 2018 lalu. Jadi saya mengira mungkin dia orang Malaysia juga,” ucap Lyana seperti yang brilio.net kutip dari mstar.com.my.

Lyana pun mengaku bahwa hatinya kemudian tergerak untuk membalas DM dari Iza.

“Mungkin Allah menggerakkan hati saya untuk membalas DM dia. Saya pun menawarkan diri untuk pergi dan bertanya ke pejabat pendaftaran dan dia langsung setuju. Pada saat itu saya yakin dia memang sedang mencari ayahnya,” tuturnya.

Sebelum pergi ke Jabatan Pendaftaran Negara (JPN), Lyana meminta izin kepada Iza bahwa dia hendak membuat postingan mengenai hal tersebut di akun Twitter-nya.

“Iza mengizinkan dan Alhamdulillah pada hari Senin ada orang DM lewat Twitter memberi nomor telepon ayah Iza. Saya sendiri pun terkejut karena semuanya terjadi sangat cepat. Sebelum saya memberikan nomor itu ke Iza, saya menghubungi pak Rahim terlebih dulu untuk memastikan apakah dia adalah orang yang sedang Iza cari,” papar wanita 22 tahun tersebut.

“Dan memang benar bapak itu adalah ayah Iza. Jadi saya langsung memberikan nomor telepon tersebut kepada Iza di hari yang sama. Setelah itu Iza pun segera video call dengan ayahnya,” katanya.

Lyana bahkan sempat merasa sedih saat mengetahui Rahim Said justru terkejut ketika mengetahui anak dan istrinya itu masih hidup.

“Saya waktu itu tanya ke dia benar atau tidak dia memiliki anak dan istri di Indonesia. Dia menjawab ada, namun dia mengira bahwa mereka telah menjadi korban tragedi tsunami Aceh pada tahun 2004 silam. Setelah saya beritahu bahwa Iza mencarinya, dari suaranya saya mendengar bahwa dia menangis. Dia terkejut. Saya menahan air mata saat itu. Dia memang tidak menyangka bahwa anak dan istrinya masih hidup karena dia mengira mereka sudah tidak ada. Karena itulah dia sudah tidak mencari mereka lagi,” ujar Lyana.

Lyana pun sempat bercerita bahwa ibu Iza pulang ke Aceh untuk melahirkannya pada tahun 2001.

“Iza bilang ibunya pulang ke Aceh pada 2001 untuk melahirkan dia. Setelah melahirkan, ibu Iza sudah mencoba menghubungi suaminya, mengirim surat tapi tak sampai. Keluarga ayah Iza pun juga sempat mengirim surat ke Indonesia tapi tak sampai. Setelah itu, ayah Iza bilang pada tahun 2004 bahwa dia mendapat kabar bahwa anak dan istrinya menjadi korban tragedi tsunami,” tambah Lyana.

Usut punya usut, Iza terdesak mencari ayahnya terkait dengan urusan pernikahannya.

“Sebenarnya Iza memberi tahu bahwa dia telah berkali-kali menulis pesan lewat DM ke netizen Malaysia secara random, tapi tak disangka saya yang berhasil membantunya. Dia mencari ayahnya untuk jadi wali nikah. Saya sendiri pun tidak menyangka bisa mempermudah urusan dia. Saya merasa senang dapat membantu mempertemukan mereka walaupun orang itu tidak saya kenal,” ujarnya.

Lyana juga menambahkan bahwa Iza mengucapkan banyak terima kasih kepadanya karena telah membantunya menemukan sang ayah.

“Dia memberitahu hari Kamis lalu ayahnya membuat syukuran karena dapat bertemu lagi dengannya,” katanya.

Lyana juga berkata bahwa Iza dan ayahnya sudah saling berkomunikasi melalui panggilan video sejak Senin lalu.

“Untuk saat ini, mereka belum bisa bertemu face to face karena Covid-19. Mungkin setelah wabah ini mereda barulah mereka bisa bertemu,” tutup Lyana yang juga seorang mahasiswi ini. (Net/ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA