oleh

Wali Kota Ditemukan Tewas usai Klaim Pelecehan Seksual

Sejak menghilang pada Kamis (9/7/2020) kemarin, polisi Seoul akhirnya menemukan jasad Park, Wali Kota Seul.

Anak perempuan Park mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya telah meninggalkan pesan seperti surat wasiat sebelum pergi dari rumah.

Telah muncul laporan bahwa seorang karyawan wanita mengajukan klaim pelecehan seksual terhadap wali kota berusia 64 tahun itu beberapa jam sebelum dia menghilang, namun belum ada konfirmasi bahwa klaim itu menjadi faktor dalam kematian Park.

Diberitakan sebelumnya, Park tidak datang ke kantor pada Kamis (9/7/2020) dan ponselnya dimatikan.

Petugas polisi Lee Byeong-seok mengatakan kepada wartawan bahwa Park terlihat oleh kamera keamanan pada pukul 10:53 di dekat pintu masuk ke daerah berhutan di mana sinyal ponselnya terakhir terdeteksi.

Sekira 600 polisi dan petugas pemadam kebakaran menggunakan drone dan anjing dikerahkan mencari di daerah itu berjam-jam.

Park Won-sun terpilih sebagai wali kota Seoul pada 2011 dan terpilih untuk masa jabatan ketiga dan terakhirnya pada Juni tahun lalu. Sebagai anggota Partai Demokrat liberal yang mengusung Presiden Moon Jae-in, Park dilaporkan sedang dipertimbangkan sebagai calon presiden potensial dalam pemilihan 2022.

Dia telah memiliki sejarah sebagai aktivis sipil dan pengacara hak asasi manusia ke dalam masa jabatannya sebagai wali kota, dan merupakan pengkritik ketimpangan sosial dan korupsi di Korea Selatan.

Sebagai seorang pengacara, ia dianggap berperan dalam meloloskan undang-undang hukuman pelecehan seksual pertama negara itu.

Pada 2017 dia secara terbuka mendukung jutaan orang melakukan protes terhadap Presiden Park Geun-hye, yang kemudian didakwa dan dipenjara karena tuduhan suap, penyalahgunaan kekuasaan dan kejahatan lainnya. (Oz/ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA