oleh

Dana Desa Marihat Bukit jangan Dikorupsi

GOBERNEWS | GN

Warga berharap banyak infrastruktur bisa meningkat dengan ditopang oleh dana desa. Karena itu warga mengingatkan kepala desa, agar selalu amanah dalam pengelolaan uang rakyat itu.

Di Nagori Marihat Bukit Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, warga kini mulai mencium aroma tak sedap dalam pengelolaan anggaran dana desa.

Tak sedikit proyek pembangunan infrastruktur yang kurang bermanfaat bahkan terkesan mubazir. Konyolnya, terindikasi pula adanya penggelembungan alias Mark-Up Anggaran.

Salahsatu proyek infrastruktur yang belakangan menjadi perhatian warga adalah soal pembangunan plat beton di Jalan Besar Huta II dengan pagu sebesar Rp12.522.768.00,- tahun 2020.

Warga yang curiga kemudian coba mendatangi Ketua Maujana Nagori Marihat Bukit, Sarial Nasution, Kamis (4/06/2020) kemarin. Di luar dugaan, Sarial Nasution justru mengatakan pihaknya tidak bertanggungjawab soal pembangunan proyek tersebut.

Padahal dalam tiap perencanaan sampai pencairan anggaran dana desa, Maujana Nagori turut serta dalam hal legalisasinya. Karena tak mendapat jawaban memuaskan, warga kemudian mendatangi kantor kepala desa. Tujuannya, mempertanyakan langsung kepada kepala desa soal dugaan Mark-Up anggaran proyek di sejumlah titik pembangunan.

Sayangnya, Kepala Desa Marihat Bukit Sahrul Ginting, tidak berada di kantor. Petugas di kantor desa kala itu mengaku jika Sahrul Ginting sedang tugas luar.

Ketika wartawan mencoba konfirmasi dengan Pangulu Marihat Bukit Sahrul Ginting dengan menghubunginya lewat sambungan telepon, Sahrul enggan mengangkat walau nada henphonya terdengar aktif, pada 5 Juni 2020 lalu. Dilayangkan pesan singkat, Sahrul juga enggan membalas.

Terpisah, warga berharap agar kepala desa dan seluruh pihak yang terkait dalam penggunaan anggaran dana desa, mau amanah dan adil dalam penggunaan anggaran desa untuk warga desa. (Nazara)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA