oleh

Resman Panjaitan, Pejabat Sentral Pemko Siantar yang Tak Tergantikan (Bagian -2)

Catatan: Putra Marpaung

Peran serta sosok ASN di dalam suksesi Pilkada Siantar tidak bisa dianggap remeh. Resman Panjaitan, adalah contoh konkrit yang nyata.

Pasangan calon wali kota dan Wakil Wali Kota Siantar periode 2015-2020, Hulman Sitorus -Hefriansyah Noor, yang lebih dulu menuai hasil dari kepiawaian sosok ASN seperti Resman Panjaitan.

Dimana kala itu, Resman Panjaitan selaku Kadis Pendidikan, tidak rela menjadi penonton ketika Hulman sebagai petahana, menghadapi persoalan pelik jelang Pilkada.

Hulman menemukan kendala berat untuk bisa maju sebagai calon wali kota pada saat itu.
Kendalanya, tidak mendapatkan restu dari Partai Demokrat.

Tentu karena tak dapat restu dari pimpinan partai di Jakarta, Hulman – Hefriansyah Noor tak bisa mendaftarkan diri ke KPUD Siantar sebagi peserta Pilkada kala itu.

Sekali pun berbagai upaya dilakukan, Hulman selaku Ketua Partai Demokrat Kota Siantar, tetap tak mudah juga bisa mendapatkan restu dari SBY selaku ketua umum partai berlambang piramida tersebut.

Ada syarat yang harus dipenuhi Hulman untuk bisa menerima rekomendasi partai saat itu. Yakni, surat pernyataan dari ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, Ir Bonatua Pospos.

Waktu sudah sangat mepet. Jadwal pendaftaran di KPUD Siantar pun sudah hampir ditutup. Hulman tidak yakin surat pernyataan dari MMI bisa ia peroleh. Sebab, MMI lah yang telah mengadukannya ke Mabes Polri terkait kasus dugaan ijazah palsu.

Karena laporan tak pernah terbukti inilah sesungguhnya, SBY enggan memberi restu kepada Hulman.

Sangkin putus asanya, Hulman sempat memilih jalur independen dan mengumpul dukungan KTP untuk bisa mendaftar ke KPU Siantar.

Di saat genting itu, Resman Panjaitan muncul memecah kebuntuan. Dengan kepiawaiannya, Resman menemui Ketua MMI Ir Bonatua Pospos. Sekali saja berhadap-hadapan, Bonatua melemah hingga akhirnya rela membuat pernyataan tertulis yang diminta Resman.

Isi surat pernyataan MMI, sangat sederhana. Yaitu, menyatakan tidak lagi mempersoalkan dan mengungkit-ungkit soal laporan ke Mabes Polri terkait dugaan ijasah palsu Hulman. Surat pernyataan resmi dari MMI itulah yang kemudian menjadi kata kunci keluarnya rekomendasi.

Surat kemudian dibawa oleh pengurus Demokrat Siantar ke Jakarta. Diserahkan kepada Hinca Panjaitan. Sekjend Demokrat ini kemudian meneruskan surat lewat fax kepada SBY yang kala itu berada di Amerika.

“Saya masih ingat sekali. Pak Resman menceritakan alur persoalan dari awal sampai akhir tujuan dari surat itu untuk apa. Saya tidak bisa menolak kalau sudah beliau yang datang. Dan saya juga merasa bangga surat saya akan dibaca SBY,” kenang Bonatua menceritakan.

Singkat cerita, surat rekomendasi dari Partai Demokrat dikeluarkan juga oleh SBY. Luar biasa! Resman berhasil untuk menyelesaikan persoalan Hulman – Hefriansyah ketika itu.

Partai Demokrat akhirnya resmi memberi rekomendasi untuk mengusung Hulman – Hefriansyah Noor selaku pasangan calon wali kota dan Wakil Wali Kota Siantar.

Setelah mendaftar secara resmi ke KPUD Siantar di hari terakhir masa pendaftaran, pasangan ini pun resmi ditetapkan sebagai calon wali kota dan Wakil Wali Kota Siantar oleh KPUD Siantar.

Dengan ditetapkannya Hulman dan Hefriansyah sebagai peserta Pilkada, pekerjaan berat pasti menunggu Resman selanjutnya. Apa itu? (Bersambung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA