oleh

Wali Kota Penting Evaluasi Dirum PDAM Tirtauli Kota Siantar Untuk Bukti Komitmen Membela Warga

SIANTAR | GN

Perhelatan Pilkada Siantar Desember 2020 mendatang kian menggambarkan hasil yang tak jauh menghianati usaha. Hefriansyah Noor, ternyata masih diunggulkan.

Pemerhati kebijakan publik, Zul List, menginterpretasikan itu dari tapak perjalanan peristiwa akhir-akhir ini yang mengemuka ke publik.

“Termasuk paling anyar ketika Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, menunjukkan kerendahan hatinya sebagai seorang pemimpin. Dengan bersedia mengundang warga kelas bawah yang kesulitan mengakses pelayanan PDAM Tirtauli Kota Siantar,” kata Zul List, Rabu (17/06/2020) pagi.

Moment tersebut menurut Zul List, akan dicatat dalam lembar putih lubuk hati publik. Kesannya sangat positif. Bahkan tidak meniscayakan rasa simpati publik akan semakin mengalir deras kepada Hefriansyah.

Apalagi masih Zul List, selama sebulan kasus sulitnya warga mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dari PDAM
Tirtauli Kota Siantar melambung ke publik, tidak satu pun dari bakal calon wali kota mau pun Wakil Wali Kota Siantar, bersedia mencurahkan perhatian untuk membantu mencarikan solusi.

“Ini jadi referensi. Kompetitor-kompetitor baik bakal calon wali kota mau pun Wakil Wali Kota Siantar, bukanlah sosok-sosok yang jeli menangkap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka cuek saja dan seolah menutup telinga,” sambung Zul List.

Tapi perlu diingat sambung Zul List lagi, publik juga tidak akan begitu saja percaya jika wali kota tidak melakukan tindakan tegas kepada jajaran Direksi PDAM Tirtauli Kota Siantar. Terutama penting bagi wali kota mengevaluasi jajaran direksi. Terutama Dirum PDAM Tirtauli Kota Siantar, Berliana Napitu.

Alasannya kata Zul List, Berliana Napitu lah yang mengurusi soal keuangan masuk dan keluar perusahaan.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, tidak ada bukti komitmen wali kota dalam membela warganya yang pantas untuk dibela. Maka itu wali kota penting untuk menunjukkan komitmen itu dengan menindak tegas jajaran direksi yang tidak memiliki inovasi dan taktik menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar warga. Terpenting sekali lagi saya katakan. Mengevaluasi Dirum PDAM Tirtauli Kota Siantar,” papar Zul List.

Sebelumnya dikabarkan, salah-seorang warga Jalan Kinantan Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara, memohon kepada PDAM Tirtauli Kota Siantar untuk mendapatkan pelayanan distribusi air bersih.

Namun lantaran almarhum ayahnya meninggalkan tunggakan rekening sejak lima tahun silam sebesar Rp7 jutaan, permohonan pun tak dikabulkan. Pihak PDAM Tirtauli baru akan mengabulkan permohonan jika tunggakan dilunasi terlebih dahulu.

Sebagai warga yang kesulitan ekonomi di tengah pandemi, pemohon minta diberikan keringanan dengan menawarkan opsi pembayaran tunggakan dilakukan dengan cara mencicil. Sayangnya, itu pun tidak dikabulkan. Pihak PDAM Tirtauli, tidak mau tau dengan kondisi Pandemi Corona Covid-19 yang menghimpit roda perekonomian masyarakat. Pemohon tetap diwajibkan melunasi terlebih dahulu semua tunggakan baru pelayanan air bersih dapat diberikan.(Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA