oleh

Zulkifli Tak Perduli Wali Kota Dilaporkan ke Komnas HAM, Bonatua juga akan Ke Polisi!

SIANTAR | GN

Direktur PDAM Tirtauli Kota Siantar, Zulkifli Lubis, tidak begitu perduli dengan rencana MMI mengadukan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, ke pihak Komnas HAM.

Kepada GOBERnews, Ir Bonatua Pospos mengatakan, sikap Zulkifli Lubis yang tidak mengindahkan rencana pelaporan MMI ke Komnas HAM adalah hal yang lazim dipertontonkan oleh pejabat publik Kota Siantar.

“Sudah biasa begitu. Dari dulu. Nanti kalau nasi sudah jadi bubur, barulah mereka sadar,” tandas Bonatua, Jumat (01/05/2020) siang.

Menurut Bonatua, pihaknya tak sekadar melaporkan wali kota ke Komnas HAM,l. Saat ini, persiapan laporan dugaan korupsi jajaran PDAM Tirtauli Kota Siantar juga sedang diselesaikan.

“Dugaan korupsinya juga akan kita bawa ke polisi. Kita juga sudah berkordinasi dengan pihak Polres Siantar. Segera. Laporannya hampir rampung,” tegas Bonatua masih menutup materi laporan dugaan korupsi apa yang terjadi di tubuh PDAM Tirtauli Kota Siantar yang akan mereka laporkan.

Dirut PDAM Tirtauli Kota Siantar Zulkifli Lubis, melalui Humas R br Sitanggang, tidak menjawab konfirmasi wartawan seputar rencana MMI tersebut.

Sekadar diketahui,. Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, Ir Bonatua Pospos, mewakili tetangganya, bermohon pasangan baru ke PDAM Tirtauli Kota Siantar.

Permohonan yang sudah bulak balik dimohonkan tetangganya itu namun terus saja ditolak, tak lain lantaran alasan PDAM, ayah kandung tetangga Bonatua yang meninggal 5 tahun silam, memiliki tunggakan rekening sebesar Rp7 jutaan.

“Sudah 5 tahun lalu ayahnya meninggal. Air pun sudah lama diputus. Masalah ekonomi membuat tetangga saya itu bermohonan keringanan. Tapi tidak dikabulkan. Sekarang bersama istri dan lima anaknya, mereka kesulitan mendapatkan air apalagi untuk usaha jual bubur,” tandas Bonatua beberapa waktu lalu.

Benar saja. Apa kata Bonatua dibenarkan oleh Humas PDAM Tirtauli Kota Siantar, R br Sitanggang, permohonan Bonatua tidak bisa dikabulkan karena itu peraturan perusahaan. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA