oleh

Bahaya Desinfektan Perlu Diperhatikan

Oleh: Henri Dunan Pardede

Berbagai upaya yang dilakukan dalam mengurangi penyebaran mokroorganisme virus corona jenis baru (SARS_CoV-2) saat ini marak perlakuan penyemprotan desinfektan oleh kalangan masyarakat, ormas maupun pemerintah.

Akan tetapi perlakukan disinfektan sebaiknya aplikasikan pada benda mati atau benda yang sering digunakan manusia tapi tidak untuk tubuh manusia. Seperti halnya chamber atau bilik desinfektan yang dibuat oleh Pemko Siantar di Posko Coci-19 dan di Dinkes, merupakan perlakuan yang tidak dianjurkan oleh WHO bahwa desinfektan berbasis kimia tidak untuk disemprotkan bagi tubuh manusia.

Apalagi adanya informasi masyarakat yang sudah menggunakan bilik tersebut ternyata mengandung bahan kimia mirip pembersih lantai dan menyengat.

Untuk itu sebaikya bilik desifektan tidak digunakan apabila bahannya berbasis kimia. Apalagi jika benar bahan yang digunakan merupakan pembersih lantai sangat tidak ramah lingkungan.

Banyak label kemasan tidak menyertakan kandungan kimia pada kemasannya yang beredar diketahui bahwa bahan aktif yang terkandung dalam bahan pembersih lantai dan lantai kamar mandi adalah Cresylic Acid (1,5 persen), Ethoxylated Alcohol (4 persen), Benzalkonium Chloride (2 persen), Natrium Lauril Eter Sulfat (2,5 persen), dan Alcohol Ethoxylate Natrium Lauril Eter Sulfa.

Berbagai bahan kimia yang disarankan Wordl Health Organization (WHO) untuk digunakan desinfektan pada benda mati, adalah sangat berbahaya bagi manusia seperti hipoklorit, alkohol, klorin, H2O2 dan lain lain.

Yang merupakan karsinogenik (mengendap) jika terhirup dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker. Apabila terkena kulit, mata dan lapisan berlendir lainnya dapat iritasi bahkan akibat keruskan kulit dapat mempermudah masuknya kuman ke dalam tubuh.

Demikian juga bagi masyarakat yang melakukan penyemprotan desinfektan agar jangan mencampur berbagai bahan aktif yang berbeda karena akan membuat tidak berfungsi dengan baik.

Adanya spekulasi di masyarakat dalam meracik desinfektan seperti campuran byclin dan wipol atau bayclin dengan alkohol, akan menghasilakan cairan clorofom akan membuata iritasi dan beracun bagi manusia.

Bahkan dalam beberapa reaksi kimia dengan bahan yang berbeda akan menghasilkan air dengan air sehingga menjadi tidak berfungsi sebagai desinfektan. Hal seperti ini sering kami lakukan sosialisasi bagi petani untuk tidak sembarangan menggunakan campuran beberapa jenis Pestisida yang bahan aktifnya berbeda. (Penulis adalah Dosen PTS di Kota Siantar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA