oleh

Berlaku Senin, Denda Ratusan Juta Rupiah jika Langgar Social Distancing

SINGAPURA | GN

Jika di Indonesia social distancing (jaga jarak sosial untuk hindari wabah) baru imbauan, di Singapura pelanggar ketentuan ini adalan kriminialis.

Sebelas bulan pasca-wabah COVID-19, Pemerintah Singapura, memberlakukan darurat hukuman baru.

Mereka yang kedapatan atau keberatan jika ada warga yang berdiri atau duduk dalam jarak kurang dari 1 meter, akan dikenakan denda mulai 7 Ribu hingga 10 ribu Dolar Singapura atau setara Rp79 juta hingga Rp115 juta, dengan kurs Rp11,200 per Dolar Singapura.

Jika tak bisa menebus denda, pelanggar aturan yang diumumkan Jumat (28/3/2020) itu bisa mengganti dengan hukuman 6 bulan penjara.

Ketentuan darurat COVID-19 ini mulai berlaku Senin (30/3/2020) pekan depan.

Hukum formili ini bernama Infectious Diseases Act yang dilansir Kementerian Kesehatan Singapura dan diumumkan dalam buku resmi aturan pemerintah, Government Gazette, tulis New Straits Times.

Hukuman ini berlaku untuk insividu dan lembaga usaha.

Artinya jika ada perusahaan yang tidak mengindahkan aturan kota “sejuta aturan” ini dipastikan berurusan dengan aparat hukum sipil.

Kebijakan ini berlaku di fasilitas publik, restoran, mall, rumah sakit, bandara, terminal, termasuk angkutan umum.

Hukuman denda dan terungku ini berlaku bagi warga kota Singapura, dam berlaku terbatas bagi pendatang.

Dilansir TIME dan New Strait Times, hukuman bagi pelanggar social distancing ini diterapkan di masa darurat pandemi global COVID-19.

Ketentuan ini bakal merepotkan warga Singapura dan pelaku usaha. Pasalnya, Singapura termasuk kota terpadat ketiga di dunia setelah, Hongkong dan Jepang.

Pemerintah setempat juga akhir pekan ini mulai menutup bar, tempat hiburan malam, dan membatasi izin pertemuan komunitas, bisnis, dan sosial.

Tak ada izin atau pertemuam yang dihadiri lebih 10 orang akan dibubarkan aparat penegak hukum.

Seperti kota-kota lain di Asia, Singapura, Kuala Lumpur dan juga Indonesia kini menghadapi kecemasan gelombang kedua pandemi Covid-19.

Negeri Singa ini termasuk negara paling awal mengkonfirmasi endemik Wuhan kasus positif Corona di dunia, setelah Hongkong dan Jepang.

Singapura termasuk negara palimg ketat memberlakukan uji random, pembagian cluster wabah, pola contact tracking dan self quarantine bagi 5.2 juta warganya, akhir Januari lalu.

Hingga Kamis kemarin, tercatat 52 kasus baru di Singapura.

Ada 28 kasus di antaranya impor, dari pelancong yang transit dari Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah, dan sejumlah kota di Asia, termasuk dua tetangga dekatnya, Indonesia dan Malaysia.

Sementara di Singapura ada 683 orang yang terpapar dan 400 diantaranya sudah sembuh.

Singapura juga masih memberlakukan permohonan masuk ke negara itu dengan uji kesehatan lebih dulu.

Pendatang dari China, Italia, termasuk Spanyol akan diperiksa ketat bahkan jika memiliki riwayat perjalanan global, akan dikarantina 2 pekan.

China yang mulai pulih dari virus ini setelah 12 pekan, juga melarang warga negara lain masuk negai Tirai Bambu ini, mulai Sabtu (28/3/2020).

Jumlah warga dunia terpapar pandemi dari Kota Wuhan, Hubei ini kini sudah menembus 1/2 juta orang di 175 negara, 6 benua. Ini sudah hampir sama negara anggota PBB. (Net/ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA