oleh

Dua “Polisi” Ditembak di Kaki

SIMALUNGUN | GN

Dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang dalam aksinya mengaku polisi, ditembak Satuan Reskrim Polres Simalungun karena melawan dan berupaya kabur saat diminta menunjukan persembunyian komplotannya.

Kapolres Simalungun melalui Kasat Reskrim AKP M Agus Setiawan, Kamis (5/3/2020) pagi mengatakan, kedua tersangka SS alias C (52) warga Pangururan Kabupaten Samosir, berikut JD alias B (40) warga Jalan Sriwijaya Kota Siantar, ditangkap di salah satu cafe di kawasan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Siantar, Rabu (4/3/2020) kemarin.

“Polisi terpaksa menembak kaki kedua pelaku yang ditangkap karena melawan petugas saat diminta menunjukan persembunyian 3 rekannya. Keduanya tidak menghiraukan peringatan yang diberikan petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas,” sebut Agus.

Agus menambahkan, kedua tersangka merupakan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap sopir truk. Dua pelaku beraksi bersama 4 rekannya. Seorang dari mereka sudah lebih dulu tertangkap sedangkan tiga lagi sampai saat ini masih buron.

“Para pelaku melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap pengemudi truk pengangkut jeruk di jalan umum Siantar – Raya, tepatnya Desa Raya Usang Kecamatan Dolog Masagal, Jumat (28/2/2020) lalu,” tegas Agus.

Masih Agus, saat melakukan aksinya para pelaku yang mengaku polisi menghentikan paksa truk yang dikemudikan oleh Romi Yulianto warga Riau, dengan memalangkan mobil yang ditumpangi para pelaku di tengah jalan. Dari korban, para pelaku mengambil dompet, handphone dengan total kerugian Rp 5,9 juta.

Usai merampok korban, para pelaku mencoba kabur. Korban dengan truknya tak mau tinggal diam dan mengejar mobil para pelaku hingga masuk ke dalam parit. Salah seorang pelaku, BN warga Siantar, ditangkap saat itu juga karena tidak bisa kabur akibat mengalami luka-luka. Sedangkan lima rekannya berhasil kabur.

Agus menambahkan, dengan sudah tertangkapnya dua pelaku, polisi tinggal memburu tiga lagi komplotan curas itu. Identitas ketiganya sudah dikantongi. (Davis Suhendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA