oleh

Warga Dolok Hataran Protes Pembangunan SPBU di Pemukiman

SIMALUNGUN | GN

Dikhawatirkan membahayakan warga, pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di lingkungan pemukiman warga diprotes, Jumat (28/2/2020).

Warga bersama perangkat pemerintahan setempat mendatangi lokasi di Jalan Lintas Siantar-Perdagangan Dusun Batu VIII Desa Dolok Hataran Keecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Perangkat pemerintahan desa dan warga dipimpin Kepala Desa Dolok Hataran, Suhardi, meminta pembangunan SPBU tersebut dihentikan karena pembangunannya belum mendapat persetujuan masyarakat.

Warga juga mempertanyakan penerbitan ijin IMB oleh Pemkab Simalungun tanpa rekomendasi dari kepala desa dan persetujuan warga.

Kemudian Analida Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga belum ada namun bangunan sudah berdiri serta parit yang dibangun berada di atas bahu jalan.

“Pembangunan SPBU di Dusun Batu VII Desa Dolok Hataran belum pernah mendapat persetujuan masyarakat dan saya sebagai kepala desa tidak pernah mengeluarkan rekomendasi IMB pembangunnnya. Namun sudah diterbitkan Pemkab Simalungun. Kami menilai ini menyalahi dan meminta pembangunannya dihentikan,” sebut Suhardi.

Keberadan SPBU di tengah areal persawahan dan berdekatan dengan pemukiman warga kata Suhardi, sewaktu-waktu membahayakan bagi warga sekitar sehingga pembangunannya wajib mendapat persetujuan warga.

Suhardi menambahkan, para pekerja yang berasal dari luar Kabupaten Simalungun juga tidak pernah melapor kepada kepala desa.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Siantar Bripka L Simamora, juga mengaku pihaknya tidak mengetahui adanya pembangunan SPBU di Dusun Batu VIII itu

“Saya selaku Bhabinkmtibmas di Desa Dolok Hataran tidak mengetahui adanya pembangunan SPBU di dusun VIII,” ujar Simamora. (Davis Suhendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA