oleh

Ustadz M Aziz Hidayatullah Siap Dampingi Jokowi Hadir ke Kediri.

Terkait viralnya berita “Kediri wingit”. Romo Ustadz Aziz Hidayatullah angkat bicara “Kalau masalah wingit bukan hanya kediri, setiap daerah itu wingit, termasuk Indonesia juga wingit, wingit untuk Virus Corona, makanya virus corona tidak berani masuk ke Indonesia”, kelakar Romo Aziz Ketua Presidium Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia yang juga Ketua Presidium Relawan JUARA (Jokowi sUara hAti RAkyat).

Jangan terlalu memitoskan, wong mitos atau cerita rakyat itu belum tentu benar, jadi tidak perlu diyakini. Contoh, dulu Gus Dur dan Bu Mega ada yang melarang datang ke Tegal karena setiap Presiden yang datang ke Tegal tidak lama kemudian lengser. Saya bantah, yang bilang lengser karena tidak tahu sejarah. Buktinya Pak Suharto Presiden RI ke 2 pernah datang ke Desa saya di Tegal tahun 1971 baru lengser setelah 30 tahun. Pak SBY, datang ke Tegal, menjabat 2 periode. Jika mas Pramono Anung melarang pak Jokowi datang ke Kediri karena Kediri Wingit, saya siap mendampingi pak Jokowi hadir di Kediri. Saya jamin selamat lahir bathin dan dapat menyelesaikan masa jabatannya hingga tahun 2024, bi idznillah”. Tegas Romo Aziz.

“Mitos Raja Joyoboyo tidak berkenan kotanya didatangi oleh Presiden Indonesia, itu irasional,apa dulu Joyoboyo pernah melarang “tidak boleh ada Preriden datang ke kediri?, he he…jaman Joyoboyo belum mengenal presiden kan? ‘ ”, imbuh Romo Aziz.

Ketua Presidium JUARA ini juga menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang bergerak cepat dan serentak menuju Indonesia Emas 2045, hendaknya jangan diganggu dengan mitos-mitos yang tak jelas. Mari kita dukung visi misi pak Jokowi, dari mulai Revolusi Mental, Trisakti, Nawacita dan sekarang Visi Indonesia Maju.

“Kediri adalah bagian dari wilayah Indonesia, yang tentu rakyatnya juga ingin didatangi oleh Presidennya seperti daerah daerah lain. Jangan sampai ada paradigma negatif Presiden tidak berani Ke Kediri. Pejabat sebaiknya bangun motivasi bukan mengemukakan pendapat yang kontra produktif. Saya meyakini semua ada solusinya, seperti halnya penyakit, Allah SWT menurunkan penyakit bersama dengan obatnya, jadi mas Pramono dan pak Presiden tidak perlu kawatir”, pungkasnya.

Seperti diberitakan beberapa hari lalu, Sekretaris Kabinet (Setneg) RI Pramono Anung memberikan sambutan dalam acara peresmian rusunawa Ponpes (Pondok Pesantren) Hidayatul Mubtadien Lirboyo, Kediri.

Dalam sambutan tersebut Pramono ungkapkan dia termasuk orang yang melarang Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke Kediri. “Ngapunten kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri,” ungkap Pramono yang disambut tawa dari para undangan, Sabtu (15/2/2020).

ketua presidium pusat: Ustadz aziz hidayatulloh (Tim Pemburu Hantu )

Pernyataan Pramono tersebut bukannya tak berdasar. Hal itu berdasarkan cerita dan kejadian langsung. Pramono menyontohkan kejadian nyata yang dialami oleh Presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sempat berkunjung ke Kediri. Namun setelah itu ada tragedi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

“Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta. Kalau Pak Wapres tidak apa-apa. Namun kalau untuk menteri, nanti kalau ada acara-acara Musyawarah Himpunan Santri Lirboyo keempat, nanti, tinggal memilih siapa menteri yang ingin didatangkan. Tinggal hubungi saya,” tambah Pramono Anung.(ril/min)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA