oleh

Danau Toba jadi Lokasi ‘Buangan’ Limbah Ternak Babi dan KJA

SIANTAR | GN

Koordinator Sahabat Lingkungan (Saling) Riko Sinaga, memastikan, belum ada tindakan nyata pemerintah dalam menindak pencemaran Danau Toba.

“Sama sekali belum bereaksi untuk mengendalikan pencemaran Danau Toba. Malah pemerintah tidak merealisasikan zero kerambah jaring apung (KJA) serta membiarkan peternakan babi Alegrindo terus beroperasi hingga saat ini,” tegas Riko kepada wartawan Kamis (25/12/2019) kemarin.

Kalau dirunut dari janji pemerintah baik daerah sampai pusat, masih Riko, menjaga kelestarian Danau Toba menjadi hal paling utama. Tentu dengan menertibkan potensi perusak Danau Toba itu sendiri. Termasuk dari limbah KJA dan pabrik peternakan Babi yang dikelola PT Alegrindo.

“Sudah lama dan beberapa tahun lalu pemerintah mewacanakan mengendalikan pencemaran Danau Toba dengan membersihkan KJA dan perusahaan yang mencemari danau. Namun sampai sekarang tidak ada yang dilakukan,” tegas Niko lagi.

Niko menambahkan, pemerintah hanya sibuk membangin infrastruktur pendukung akses Danau Toba saja. Membangun jalan tol, pelabuhan bahkan sarana transportasi danau lainnya. Namun menyelamatkan dari pencemaran Danau Toba, pemerintah belum mampu.

“Kita sangat kecewa hingga saat ini KJA dan sejumlah perusahaan lainnya terus mencemari Danau Toba. Akibat pemerintah tidak konsisten menindak tegas pelaku pencemaran,” tutup Riko. (Davis Suhendra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA