oleh

Harapan Anak Bupati Simalungun di Pilkada 2020: Hadir Pemimpin Cerdas

example banner

SIMALUNGUN | GN- Ciri pemimpin di mata Alexander Silalahi, sesungguhnya gak melulu pintar. Melainkan, cerdas (smart) dalam menjalankan kepemimpinan.

Bincang dengan putra tunggal Bupati Simalungun periode 2000-2005 Jhon Hugo Silalahi, sedikit nyerempet ke Pilkada Simalungun tahun 2020 mendatang. Maklum, gegap gempita pesta demokrasi di Simalungun, sejak sebulan belakangan makin ramai diperbincangkan.

“Saya melihat begitu banyak sekali potensi Simalungun yang selama ini mungkin terabaikan. Potensi-potensi itu tak dikelola oleh pemerintah disebabkan kurang cerdasnya para pemangku kebijakan. Sehingga, tendensi negatif kembali bermuara kepada pemimpin itu sendiri. Siapa lagi? Ya jelas bupati sebagai pucuk pemimpin tertinggi di Simalungun,” papar Alex, Senin (11/11/2019) pagi.

Dijelaskan Alexander, pintar dengan cerdas merupakan dua hal yang berbeda. “Ini dua hal yang berbeda tentunya. Pintar belum tentu cerdas. Tapi cerdas sudah barang tentu pintar. Jelas sekali perbedaannya,” sergah Alexander.

Lebih detail lagi, Alexander mengatakan, sosok pemimpin cerdas itu cermat melihat sesuatu. Bisa dibayangkan sambung Alexander, apabila 2020 mendatang Kabupaten Simalungun mampu menemukan pemimpin cerdas, maka segala kebuntuan persoalan di tengah masyarakat dapat diatasi.

Simalungun saat ini dari kacamata Alexander, masih banyak persoalan tak terselsaikan. Masalah infrastruktur, pertanian, peternakan dan perkebunan, sampai pariwisata. Belum lagi transportasi dan jasa.

Polemik itu semua masih menurut Alexander, tentu muncul hanya sebab kendala ketidakmampuan pembiayaan. Berhubungan langsung tentunya, pada ketersediaan anggaran yang tegak lurus pada pengelolaan pendapatan daerah.

“Namun itu tadi. Seperti saya bilang sebelumnya. Pemimpi cerdas itu pasti cermat. Termasuk dalam hal mengelola dan meningkatkan pendapatan. Caranya, pemanfaatan potensi yang ada. Apa saja? Banyak. Itulah dibutuhkan kecerdasan dari seorang pemimpin demi menggapai itu semua,” ujarnya tak mau mendetail.

Begitu pun Alexander mengingatkan, ketika pemerintah daerah mampu menyiapkan anggaran, titik endingnya tetap terletak pada pengawasan. “Anggaran sudah cukup, program dijalankan, tinggal pengawasan yang tentunya ditingkatkan. Kalau sosok pemimpin mampu melakukan keduanya (menyiapkan anggaran dan mengawasi) maka masalah akan teratasi. Dan pasti, masyarakat akan mencintai pemimpin seperti itu,” keyakinan Alexander menguak.

Saat ditanya apakah tidak memiliki keinginan maju di Pilkada Simalungun tahun 2020 seperti jejak Evra Sasky Damanik, putra tunggal Bupati Simalungun periode 2005-2010, Zulkarnain Damanik, dengan sumringah Alexander menjawab. “Nanti pada saatnya akan tiba ya,” tutupnya sambil tersenyum mengakhiri perbincangan.

Sekadar diketahui, saat ini sejumlah nama bakal calon Bupati Simalungun di Pilkada 2020 sudah mulai bermunculan. Paling tidak, ada sekitar 7 nama yang meramaikan perbincangan publik. Sayangnya, dari seluruh nama belum ada yang pasti untuk memenuhi syarat sebagai calon tetap. Pasalnya, belum ada yang mengantongi rekomendasi konkrit dari partai politik pemilik kursi di DPRD Simalungun. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI