oleh

Niat ‘Nelanjangi’ Sekda, kok Wali Kota Siantar ‘Ditelanjangi’ Duluan?

example banner

SIANTAR | GN- Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, naif sekali. Niat hendak ‘nelanjangi’ Sekda Siantar Budi Utari Siregar, kok malah justru ‘ditelanjangi’ duluan?

Demikian dikatakan praktisi hukum Kota Siantar, Rendy SH MH, Sabtu (9/11/2019) pagi. “Kan aneh. Ini pelajaran bagi wali kota. Memalukan dan sangat naif. Sekelas wali kota loh,” tandasnya mengungkapkan.

Apabila wali kota sambung Rendy, memiliki kecerdasan standart saja, kelalaian kecil yang terjadi kemarin bisa saja dihindari. Terutama saat pemeriksaan dilakukan wali kota terhadap sekda. Namun begitu, apa yang terjadi kemarin sungguh di luar perhitungan wali kota beserta stafnya.

“Sepele memang. Hal kecil tapi cukup teramat sangat mendasar. Kelalaian itu di luar perhitungan wali kota dan jajarannya. Dari kejadian kemarin itu, publik bisa menjawab; Budi Utari bukan anak kemarin sore bagi wali kota di pemerintahan. Justru wali kota yang ‘ditelanjangi’ sekda. saya nilai ini ya. Padahal niatnya gak begitu kan,” sambungnya.

Tapi masih Rendy, apa yang terjadi kemarin, tidak bisa dipungkiri akan membuat kesimpulan publik bercabang. Termasuk dugaan kisruh antara wali kota dan sekda bukanlah perseteruan yang serius. Melainkan, hanya bagian dari sandiwara politik. Tujuannya, mengalihkan isu-isu besar lainnya. Seperti hasil audit BPK tahun anggaran 2018 kemarin.

“Jadi makin kuat persepsi di tengah publik, semua hanya dugaan sandiwara demi mengalihkan isu saja. Audit BPK, kasus kasus hukum lain yang menyengkram para kepala-kepala dinas Pemko Siantar,” curiganya.

Terakhir, Rendy hanya bisa memberikan masukan kepada wali kota, ke depannya agar selalu selektif dalam memilih staf yang dipercaya dalam mengemban tugas penunjang sehari-hari. Sehingga, kelalaian dalam undangan kepada sekda untuk diperiksa, tidak salah lagi. “Itu aja menurut saya. Selain itu, paling fundamental lagi, selaku wali kota, belajarlah pula awak. Biar tak gampang ditokoh-tokohi staf sendiri. Atau kalau pun mau sandiwara, bisa lebih profesional dikitlah,” sentil Randy.

Seperti diketahui, Jumat (7/11/2019) sekira pukul 15.00 WIB, Budi Utari menghadiri undangan wali kota untuk diminta klarifikasinya. Materi pertanyaan dari wali kota saat itu, tidak mau dijawab oleh Sekda Siantar yang kini non aktif itu. Bahkan, Budi Utari beberapa kali menyangkal wali kota saat menyampaikan sejumlah materi pertanyaan.

Budi Utari beralasan, tidak memberikan jawaban karena di dalam undangan yang diterimanya, tidak dicantumkan materi pertanyaan atau sangkaan yang harus diklarifikasinya. Di dalam undangan itu, Budi Utari hanya diminta hadir untuk dilakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukannya. Sementara pelanggaran apa yang diperbuatnya, tidak dituangkan di dalam undangan tersebut.

“Saya bukan tak mau menjawab. Masalahnya di undangan yang saya terima, tak disebutkan materi pelanggaran apa yang disangkakan wali kota kepada saya. Jadi tidak saya jawab materi yang disampaikan wali kota, karena sejak awal undangan pemeriksaan itu tidak sesuai,” kata Budi yang sempat mengaku hapenya di sita sebelum diperiksa.

Pemeriksaan terhadap Budi Utari, saat itu turut dihadiri oleh Inspektorat Eka Candra, Kepala BKD Zainal Siahaan. Karena Budi Utari tak memberikan jawaban dari materi yang dipertanyakan, pemeriksaan tak menghasilkan apa-apa. Kepala Inspektorat Eka Candra, mengaku akan menjadwal ulang pemeriksaan tersebut. (ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI