oleh

Bos Judi Mau Apa Lagi kalau Rencana GMNU sudah Begini…?

SIANTAR | GN- Generasi Muda Nahdatul Ulama (GMNU) Siantar – Simalungun, mantab dalam niat serta kuat dalam ikhtiar. Pekan depan, mereka segera menuntaskan cita-cita luhur dalam upaya memerangi perjudian. Begini siasat yang akan mereka lakukan.

Ketua GMNU Siantar Simalungun, Immanuddin Damanik, menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan pusat di Jakarta terlebih dahulu. Setelah mendapat respons positif, kemudian mereka akan berangkat ke Jakarta menemui Kapolri Jenderal Pol Idam Azis.

“Kita minta difasilitasi oleh pimpinan pusat untuk beraudensi dengan Kapolri. Tentunya tidaklah sulit bagi jaringan kami di Nahdatul Ulama untuk beraudensi dengan Bapak Kapolri. Sekali pun itu menyisip hanya sekedar menyampaikan niat kami, tapi pesannya pasti akan kami sampaikan,” ujar Immanuddin, Jumat (8/11/2019) sore.

Masih Immanuddin, hal pertama yang akan mereka sampaikan, soal semakin maraknya perjudian di Siantar – Simalungun. Selain itu, kinerja aparat Kepolisian yang selama ini terlihat. Bahkan, dugaan oknum-oknum yang terlibat akan dibeberkan.

“Ada beberapa hal tentunya. Kita sampaikan sedetail mungkin agar Kapolri tidak lagi memiliki keraguan dalam menyimpulkan apa yang kita sampaikan kepada beliau. Perjudian yang sudah merisaukan, tak bisa dicegah lagi tanpa menggunakan kekuatan biasa. Harus Kapolri,” tandasnya, didampingi Sekretaris GMNU Ridwan Pulungan.

Masih Immanuddin, bukan tak percaya dengan pihak Polres mau pun Poldasu, namun ada keyakinan tersendiri baginya jika disampaikan langsung kepada Kapolri, penanganannya bisa lebih cepat dan maksimal.

“Mau togel sampe Gelper kita minta disikat habis. Gak ada poin. Kita mau seperti zaman Sutanto menjabat Kapolri. Bisa kok. Polri jangan sampai tercoreng karena dugaan kami ada oknum-oknumnya yang nakal. Ini sebenarnya tujuan akhir kami. Karena kurang logis judi bisa marak kalau Polri sudah bersih total dari oknum-oknum nakal,” ujarnya.

Sekadar diketahui, perjudian di Siantar – Simalungun sudah memasuki tingkat menghawatirkan. Situasinya seolah sudah makin merajalela. Merambah ke semua golongan masyarakat. Baik di tingkat atas sampai paling bawah. Tak sedikit dari korban perjudian harus merasakan perpecahan dalam keluarga. Dari bercerai, jatuh miskin hingga stres berat. Sejauh ini belum ada upaya nyata dari pihak aparat penegak hukum, untuk menangkap para bos-bos judi. Tak heran, pengendalian judi tetap bisa berjalan langgeng hingga sekarang. Kelak, jika kondisi ini disampaikan kepada Kapolri, Bos Judi mau apa lagi?. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA