oleh

Abrakadabra…! Wali Kota Siantar ‘Sulap’ Alun-alun Kota Mirip Pasar Tradisional

example banner

SIANTAR | GN- Lapangan alun-alun Kota Siantar kini berubah tampilan. Trotoar yang melingkarinya, dirubah menjadi lapak pedagang import luar kota. Miriplah seperti pasar tradisional seutuhnya.

“Hak pejalan kaki dirampas. Di atas trotoar dijadikan lapak berjualan. Bahu jalan sekeliling lapangan jadi sempit. Lalu lintas pun macet. Hebat kali wali kota. Sikap yang tak terpuji dipertontonkannya kepada masyarakat,” ujar Saleh Yakub, sopir mobil pribadi yang melintasi seputaran lokasi, Selasa (5/11/2019) sore.

Tak kalah dari repetan Saleh, abang pebetor bernama Sugeng, juga mengaku takjub melihat pemandangan baru di alun-alun kota saat ini. “Iya juga ya. Sudah kayak biasa aja yang kek kek gini. Bisa pula jualan di sini bah,” sindirnya.

Dari amatan di lapangan, tiga bahu jalan yang terdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas akibat pendirian lapak berjualan di atas trotoar , berada di sisi kiri-kanan dan sisi belakang masuk lapangan alun alun Kota. Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Adam Malik serta Jalan MH Sitorus.

Sementara Tety Boru Siagian, salahseorang pengunjung di lokasi, mengatakan, mendatangi alun-alun kota awalnya hendak menyenangkan anaknya yang masih berusia 4 tahun. “Mau naik odong-odong aja. Cuma rupanya banyak orang jualan ya. Enak juga kalau tiap hari rame gini bang. Saya beli kaos kaki juga udah. Murah kok harganya. Standatlah,” ucapnya senyum.

Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, belum memberikan keterangan resmi terkait pendirian lapak berjualan di atas trotoar. Kabar menyebutkan, Hefriansyah berangkat ke luar negeri. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI