oleh

Timbul Lingga Aneh Tapi Nyata

example banner

SIANTAR | GN- Menjatuhkan sanksi terhadap Denny Siahaan. Tapi kemudian memberi kepercayaan kepada kader barunya itu menjabat sebagai salahsatu ketua komisi di DPRD Siantar, jelas menunjukkan sikap Ketua DPC PDI Perjuangan, Timbul Lingga, aneh tapi nyata.

Tiga periode memimpin PDI Perjuangan Kota Siantar, bukan makin membuatnya lebih bermarwah, namun sebaliknya. Justru dianggap tidak lagi memiliki standar kepemimpinan yang bermartabat. “Masaklah yang bermasalah dipercayakan mengisi Ketua Komisi DPRD Siantar. Inikan lawak-lawak gaya kepemimpinan seperti ini,” kecewa DR Timbul Siahaan SH SE LLM, menanggapi perilaku ambigu Timbul Lingga, Kamis (31/10/2019) malam.

Menurut Timbul Siahaan, gaya kepemimpinan seperti yang dipraktikkan oleh Timbul Lingga di partainya, bisa saja terbawa-bawa ke lembaga DPRD Siantar yang dinakhodainya. “Hati hati kita. Gaya seperti ini kita kuwatirkan dipraktikkannya pula di DPRD. Sebab dia juga ketua dewan sekarang. Rakyat Siantar yang nahas kalau sempat begitu,” kuwatir Timbul Siahaan mengemuka.

Masih timbul Siahaan, seorang pemimpin harusnya mengedepankan aturan yang baku. Bukan berdasarkan suka suka. “Kalau benar kabar Denny Siahaan sudah dijatuhkan sanksi oleh partainya karena melanggar ketentuan internal, tapi oleh Timbul Lingga tetap direstui menduduki jabatan strategis di DPRD, ini bencana kepentingan yang dipertontonkan Timbul Lingga. Saya menduga ada ketidakwajaran dalam kebijakan Timbul Lingga ini,” curiga Timbul Siahaan lagi terkuak.

Dalam waktu dekat sambung Timbul Siahaan, dirinya akan segera menyurati DPP PDI Perjuangan untuk segera melakukan investigasi khusus terhadap Timbul Lingga dalam kebijakan penunjukan Denny Siahaan selaku Ketua Komisi III di DPRD Siantar. “Saya Surati Bu Megawati. Saya mencintai PDI Perjuangan. Jangan sampai capaian sekarang rusak di periode yang akan datang. Masih banyak kok kader lain. Kenapa harus Denny Siahaan,” tutup Doktor lulusan luar negeri ini mengakhiri.

Sementara Timbul Lingga saat dikonfirmasi, tidak mau memberikan penjelasan.

Sekadar diketahui, Denny Siahaan dinyatakan melanggar ketentuan partai karena saat mencaleg, tidak menyerahkan dana gotong royong kepada partai. Padahal dana itu diperuntukka bagi pembiayaan saksi-saksi partai di tingkat PPS, PPK sampai KPU. Apalagi perintah itu datangnya langsung dari Megawati. Seluruh caleg wajib menyetorkan dana gotong royong tersebut. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI