oleh

Bonatua ke Hefriansyah: Banyak Pejabat Muslim yang Alergi Diajak Bicara Soal Pilkada 2020

SIANTAR | GN- Pola kepemimpinan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, diakui Bonatua Pos-pos sangat mumpuni. Terbukti dari sejumlah pejabat muslim yang enggan diajak bicara soal Pilkada 2020.

“Saya sudah membuktikan sejumlah pejabat muslim di jajaran Pemko Siantar yang lebih menutup diri bahkan terkesan alergi bila diajak bicara soal rencana Hefriansyah Noor kembali maju di Pilkada 2020. Ada dua hal kemungkinan menurut saya mengapa hal itu terjadi,” papar Bonatua, Kamis siang (20/06/2019) sekira pukul 13.40 WIB.

Lebih jauh Bonatua menguraikan, kemungkinan pertama karena alasan peraturan yang membatasi ASN untuk tidak berpolitik praktis. Sedang kemungkinan lain, faktor Hefriansyah yang tak memaksakan diri untuk melibatkan jajaran ASN dalam kepentingan politiknya di Pilkada mendatang.

“Kalau kemungkinan faktor Hefriansyah yang tak mau melibatkan ASN dalam kepentingan politiknya, ini membuktikan kepemimpinan Hefriansyah sangat mumpuni. Saya salut karena tak banyak pemimpin seperti itu,” ungkap Bonatua.

Bonatua juga mempertegas, sejumlah pejabat berlatar muslim di jajaran Pemko Siantar yang sempat diajaknya berkoordinasi dan berkomunikasi mengenai kemungkinan memenangkan pertarungan Hefriansyah di Pilkada mendatang, rata-rata memilih menolak terlibat. Bahkan, ada yang sampai berani mengatakan, tidak memiliki kepentingan dalam Pilkada 2020 baik Hefriansyah mencalon atau tak mebcqlobkan diri sebagai Wali Kota Siantar periode kedua.

Sayangnya, ketika coba diminta inisial nama pejabat yang dimaksud, Bonatua enggan memberikan bocoran. “Yang jelas semua berlatar belakang muslim. Mereka terkesan telah berkomitmen untuk netral dalam Pilkada nanti,” tutup Bonatua. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA