oleh

Rekomendasi Ketua DPRD Salah Sasaran, Tongam Lupa isi Rekomendasi Komisi I

SIANTAR | GN- Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (PC FSPTI) Kota Siantar, diketuai Cinco Purba dan Sekretaris Dasma Damanik, menyambangi Komisi I DPRD Siantar, Senin (21/1/2019).

Kedatangan para pengurus PC F SPTI, mempertanyakan rekomendasi DPRD Siantar, terhadap pengurus PC-FSPTI yang diketuai Oleh Dapot Sitorus, di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) diketuai oleh Maurith Nainggolan.

Dasma Damanik dalam pemaparanya mengakui, bahwa PC FSPTI Kota Siantar sedang mengalami dualisme kepengurusan.

Menurut dia, adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Siantar kepada pengurus PC FSPTI versi Maurith Nainggolan, secara sepihak telah merugikan mereka. Apalagi di unit SPTI di kompleks Megaland Kota Siantar.

Dasma mengatakan, pihaknya juga tidak diikutsertakan dalam rapat dengar pendapat antara Anggota DPRD Siantar Komisi I, PC FSPTI Siantar dan Dinas Ketenagakerjaan, beberapa bulan yang lalu.

“Rekomendasi ketua DPRD sangat salah sasaran. Ini memicu konflik, karena ini salahsatu legalitas mereka untuk masuk ke unit Megaland,” ungkap Dasma.

Masih kata Dasma, dualisme kepenguran ini sudah mereka konsultasikan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Siantar. Mereka menyampaikan adanya perombakan komposisi pengurusan yang lama dengan yang baru dibentuk.

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Tongam Pangaribuan mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui hasil rekomendasi tersebut.

“Saya enggak tau apa isi rekomendasinya, pada saat itu aku gak ikut peninjauan lapangan,” katanya. Hal yang sama juga diakui oleh rekannya Komisi I Hotmaulina Malau.

Pangaribuan menyarankan, supaya pengurus SPTI yang diketuai Cinco Purba segera membuat surat ke DPRD Siantar, agar pihaknya dapat menggelar rapat untuk meluruskan hal tersebut. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA