oleh

Kelurahan Tanjung Tongah ‘Surga’ Mafia Galian-C

SIANTAR I GN – Perda Kota Siantar menutup operasional Galian-C di seantero wilayah, tidak digubris para ‘mafia’. Di Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba, aksi ‘perampasan’ perut bumi masih saja terjadi. Gawat!

Amatan di lokasi Kamis (10/01/2019) kemarin, aktivitas penjarahan material di aliran Sungai Bah Bolon Kelurahan Tanjung Tongah, tetap berlangsung. Sejumlah pekerja sibuk mengeruk dasar aliran sungai untuk mengambil pasir dan krikil. Sejumlah truk tampak telah penuh bermuatan material lalu pergi meninggalkan lokasi. Silih berganti truk memuat material seolah tak menjadi persoalan.

Sejumlah warga sekitar coba ditanya, masih mengaku heran dengan keberanian para pelaku. Padahal, Desember 2018 lalu, para pelaku sempat diamankan petugas Korem/022 Pantai Timur. Tapi entah kenapa, para pelaku kembali nekat menjalankan aktivitasnya.

Para pekerja enggan memberi keterangan siapa yang menyuruh mereka untuk melakukan penjarahan kekayaan bumi tersebut.

Kabid Perizinan Kota Siantar, Mardiana, melalui selulernya membenarkan bahwa izin dari mereka tidak pernah keluar untuk Galian-C di Kelurahan Tanjung Tongah.

“Untuk izinnya dari kami tidak ada,” tutup Mardiana.

Warga berharap, aktivitas penjarahan pasir batu di kawasan itu segera dihentikan. Lurah Tanjung Tongah, diminta tegas untuk menghentikan aksi penjarahan yang berlangsung setiap hari tanpa henti. “Jangan picing mata saja. Lurah jangan sampai dianggap ikut menikmati hasil penjarahan itu. Larang.
Laporkan ke polisi. Jangan jadikan daerah kami ini surga mafia Galian C,” tutup warga minta namanya tak disebutkan. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA