oleh

ILAJ Apresiasi Profesionalitas Wartawan, Kapolres Ditenggat 1 X 24 Jam Identifikasi Kasus Pengeroyokan Jurnalis Siantar

SIANTAR | GN – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Siantar, Fawer Full Fander Sihite, mengapresiasi sikap profesionalitas wartawan Siantar dalam menyikapi aksi pengeroyokan belasan pemuda terhadap rekan mereka, Tri Adtya.

“Saya sangat mengapresiasi profesionalitas wartawan Siantar. Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam menuntaskan masalah pengeroyokan itu dan tak mengambil langkah di luar prosedural,” sebut Fawer, Minggu (13/01/2019) siang.

Kedewasaan sikap wartawan Siantar ini juga diharapkan Fawer, harus diapresiasi pihak Kepolisian. Dengan tidak mengambil langkah di luar prosedural hukum, menurut Fawer, wartawan Siantar tidak makin memperkeruh situasi. Karena itu, sangat pantas diberi penghormatan dari oleh Kepolisian. Tentunya, dengan menangkap para pelaku dan dalang intelektual dari aksi pengeroyokan terhadap wartawan itu sendiri. “Tangkap sesegera mungkin dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Baik pelaku, juga dalang intelektualnya. Kita tenggat 1 x 24 jam kepada Kapolres Siantar. Jika tidak mampu, kita akan minta Kapoldasu turun tangan,” papar Fawer.

Aksi pengeroyokan terhadap salahseorang wartawan media online Kota Siantar, masih Fawer, berpotensi merusak tatanan demokrasi negeri ini. Oleh sebab itu, tidak bisa dianggap remeh. Oleh sebab itu, sebelum menangkap para pelaku dan dalang intelektualnya, polisi paling tidak dapat mengidentifikasinya. “Kalau tidak, kita akan minta Kapoldasu mengambilalih kasus ini,” ancam Fawer seraya memastikan pihaknya siap mendampingi Tri dalam proses hukum kasus itu.

Sebelumnya, Sabtu (12/01/2019) sore dikabarkan, Tri Aditya menjadi korban pengeroyokan belasan pemuda yang diduga keras, berkaitan dengan pemberitaan yang dirilis Tri Aditya di media online tempatnya bekerja.

Semula Tri diajak bertemu oleh seseorang dari seberang telepon. Ajakan itu, bertujuan untuk memberikan klarifikasi awalnya. Namun naifnya, begitu Tri memenuhi ajakan pertemuan tersebut, Tri malah dikeroyok belasan pemuda hingga babak belur. Beruntung Tri berhasil kabur.

Tri sendiri menurunkan berita terkait longsor yang menimbun jembatan Sidua-dua Parapat. Di dalam pemberitaannya, Tri mengupas adanya dugaan aksi pembalakan liar di seputaran hutan Parapat hingga membuat longsor tak terelakkan. Pihak yang merasa dijadikan objek dalam pemberitaan Tri, diduga tak terima dan menyikapinya dengan aksi main bar-bar.

Kasus pengeroyokan terhadap Tri, sudah disampaikan kepada pihak Polres Siantar. Sayangnya, para pelaku belum berhasil ditangkap. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA