oleh

Bangkai Korupsi di Dinas Rukim Terbongkar

SIANTAR | GN – Aroma korupsi mulai menyengat ke lubang hidung publik ketika proyek Dinas Rukim Pemko Siantar, mulai diprotes warga. Proyek IPAL di Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan, menjadi sasarannya.

Hasil penelusuran gobernews.co.id, proyek tersebut tak meninggalkan tanda-tanda konstruksi bangunan apa pun. Padahal, menurut penuturan warga sekitar, tahapan pelaksanaan proyek sudah sempat dilakukan. Akan tetapi, terhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM) Kelurahan Simalungun, B Damanik, ditemui di salahsatu warung Jalan Pematang Kelurahan Simalungun,  menjelaskan, proyek komunal dikerjakan sejak masa Ganda Sinaga menjabat selaku katua BKM. Entah bagaimana, di tengah proses pembangunan, Ganda Sinaga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua BKM. Dari situlah kemudian, proyek berhenti total.

“Dulu telah sosialisasi ke pihak masyarakat. Ada pihak Kelurahan Simalungun dan pihak Dinas Tarukim, RT dan lain-lain. Sosialisasi direspon warga dan kemudian disusul dengan proses penentuan lokasi pembangunan. Kalau saya tidak salah, tepatnya tahun 2015 lalu,” kenang Damanik.

Namun sialnya, sambung Damanik, proses pembangunan yang baru pada tahap akan membangun pondasi, mendadak berhenti. Masyarakat bingung dan mempertanyakan kepada pihak BKM. Di luar dugaan, alasan pemberhentian proses pembangunan tak lain disebabkan lokasi yang tak memungkinkan. Yakni, dikarenakan lokasi pembangunan merupakan lokasi bersejarah karena katanya, tempat bermain putri-putri raja zaman dahulu kala. 

Tapi bikin warga makin heran, proyek yang tak kelihatan fisik apa-apa itu, diakui pihak BKM telah menelan anggaran hingga Rp110 juta. “Kita makin heran karena tidak terjadi pembangunan tapi bisa menelan biaya hingga Rp110 juta. Ngeri kali,” papar Damanik.

Hingga sekarang, tak satu pun pihak mengaku bertanggungjawab atas proyek gagal tersebut. Masyarakat, sampai sekarang sangat kecewa mengapa proyek tersebut tak ditindaklanjuti. Padahal, keberadaan proyek yang akan membangun septictank induk untuk pembuangan BAB rumahtangga, sudah sejak lama dirindukan. “Gak taulah entah kek mana pemerintah ini,” cibir Dani, warga sekitar.

Terpisah, Kepala Dinas Rukim Kota Siantar, Reinward Simanjuntak, enggan memberikan keterangan terkait proyek gagal itu. Berulangkali dihubungi, mantan Plt Sekda Siantar itu tak mau menjawab. Dilayangkan pesan singkat, juga tak membalas. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA