oleh

Maulid di Nagori Marihat Bukit dapat Antusias Warga


SIMALUNGUN | GN – Warga Nagori Marihat Bukit Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatra Utara, memperlihatkan kemampuannya dalam meningkatkan persatuan dan kedamaian antarwarga. Melalui, antusias untuk mengikuti Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. 

Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu 9 Desember   2018 mulai pukul 19.00 WIB, itu diawali dengan tari-tarian religius, Nasyid dan Pembacaan Ayat Suci Alquran. 

Acara demi acara disambut antusias oleh warga yang berbondong-bondong ‘membanjiri’ lokasi acara di samping kantor Pangulu Nagori Marihat Bukit, tepatnya di Huta II A. Pada kesempatan kali ini, Maulid mengambil tema ‘Dengan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, Mari Kita jadikan Akhlak Nabi Muhammad sebagai Panutan Kita Semua, sehingga Kita bisa menjadi Pribadi yang Semakin baik dan Semakin menjadi Muslim yang Kaffah’

Tampak hadir Pangulu Nagori Marihat Bukit Sahrul Ginting, seluruh perangkat Nagori Marihat Bukit, Anggota DPRD Simalungun Suhadi SH MM sekaligus mewakili tokoh masyarakat dan toko agama. 

Ketua Panitia, Supardi,  mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Nagori Marihat Bukit atas partisipasinya dalam pelaksanaan acara Maulid Nabi tersebut. Panitia, juga memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam terlaksananya acara itu. “Kalau ada kekurangan, mohon dimaafkan,” pintanya dalam sambutan.

Sementara Nuriman, dalam sambutannya sebagai tokoh agama, mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah berbuat untuk terlaksananya acara ini. “Justru kami bangga kepada panitia yang telah mengorbankan waktunya untuk terlaksananya kegiatan ini,” balas Niriman.

Pangulu Nagori Marihat Bukit Sahrul Ginting, juga tak lupa
mengucapkan terima kasih kepada panitia yg telah berbuat sehingga terlaksanannya acara tersebut.  “Terima kasih juga kepada seluruh warga yang turut serta menyumbang dan memeriahkan dan mau berkumpul dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Besar kecilnya partisipasi bukan jadi ukuran namun yang terpenting adalah niat dari kita semua. Mudah mudahan segala sesuatunya diberikan ganjaran berlipat ganda dari Allah SWT. Marilah kita tumbuhkembangkan dan kita lanjutkan kegiatan Maulid ini ke depan, agar terus berjalan sesuai dengan tradisi di masyarakat. Saya berharap, kemesraaan warga yang sudah ada ini kita pertahankan hingga tidak ada jarak di antata kita, tidak ada resah di antara kita dan kemesraan ini jangan cepat berlalu. Karena cintaku masih utuh untuk masyarakat,” pujinya.

Acara ditutup dengan doa usai Ustadz Sari Abdul Rahman Suyetno menyampaikan tausiahnya. (SUTAN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA