oleh

Absen sebagai Panitia Inti Okumene Natal Pemko Siantar, GKPS: Gak Masalah

SIANTAR I GN – Jemaat GKPS untuk tahun 2018, harus berlapang dada dan tak harus memaksakan diri untuk lebih menonjol. Pada Okumene Natal 2018 Pemko Siantar, jemaat GKPS hanya sebatas memeriahkan acara dan tak terlibat sebagai panitia inti.

Demikian Pendeta GKPS Parlin Damanik, menjawab rasa penasaran masyarakat atas munculnya baliho jumbo yang mengiklankan perayaan Natal Okumene 2018 Pemko Siantar, tanpa menampilkan satu pun perwakilan jemaat GKPS, Senin (17/12/208) siang.

Dutegaskan Pendeta Parlin, sekali pun tak terlibat dalam kepanitiaan, para jemaat GKPS tetap ikut mengisi acara nantinya. Yakni sebagai pengisi koor dalam kegiatan Natal Okumene 2018.

Oleh karena itu sambung Pendeta Parlin, keterlibatan GKPS yang tidak terlalu utama dalam Okumene 2018, tidaklah perlu dimasalahkan. Apalagi, dua tahun yang lalu GKPS sudah menjadi panitia inti kegiatan serupa.

“Itu (tidak terlibat dalam kepanitian inti) bukan masalah. Karena dua tahun yang lalu GKPS sudah menjadi panitia inti,” kata Pdt Parlin.

Terpisah, tidak adanya salahsatu Pdt GKPS di dalam baliho yang terpampang di papan reklame Perayaan Natal Okumene 2018, Wakil Wali Kota Siantar Togar Sitorus selaku ketua panitia Natal Oikumene, melalui selulernya, membenarkan hal itu. Akan tetapi menurut Togar, iklan yang ada di papan reklame ukuran jumbo melintang di Jalan Sutomo, seluruhnya hanya menampilkan panitia inti saja.

“Kalau dibuat keseluruhan nanti, nama-nama Pendeta dari masing-masing gereja dicantumkan, tidak muat balihonya. Itu hanya panitia inti, ada yang pengkotbah,” ujar Togar sambil menegaskan, apa yang ditampilkan di papan reklame sudah rembuk seluruh yang terlibat di dalam kepanitiaan.

Seperti diketahui, sejak dua pekan lalu baliho ukuran jumbo yang melintang di atas bahu Jalan Sutomo, menampilkan iklan pelaksanaan Okumene Natal 2018 Pemko Siantar. Dari sekian banyak wajah yang ditampilkan di papan reklame, tidak satu pun terlihat mewakili jemaat GKPS.

Hal ini menjadi pergunjingan, lantaran akhir-akhir ini, sebagian elemen masyarakat Etnis Simalungun menebar protes keras terhadap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, yang memutuskan menghentikan Patung Raja Sang Naualuh yang dianggap sebagai leluhur Etnis Simalungun.

Tindakan protes inilah yang kemudian, diartikan pemicu tidak dilibatkannya GKPS di dalam perayaan Natal Okumene Pemko Siantar. Beruntung Pendeta Parlin sudah meluruskan dugaan keliru tersebut. Sehingga, tidak menjadi polemik di kemudian hari.

Perayaan Natal Okumene itu sendiri, rencananya digelar pada tanggal 27 Desember 2018 di Lapangan H Adam Malik. Persiapan lokasi acara, belum tampak hingga saat ini. Sisa material dan konstruksi bangunan gagal dari Patung Raja Sang Naualuh, masih terlihat menghiasi lapangan alun-alun kota. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA