oleh

Massa: Tangkap JR Saragih

 

SIANTAR | GN – Teriakan “Tangkap JR Saragih” berulang memekik dari kerumunan masaa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Senin (10/12/2018) siang.

Dalam orasinya, Fawer Full Fander Sihite selaku koordinator aksi menyampaikan, kepemimpinan JR Saragih membawa banyak masalah di Kabupaten Simalungun. 

“Mengapa kita masih mempertahankan pemimpin yang selalu membodohi rakyatnya? Mengapa kita mempertahankan pemimpin yang selalu menghisap darah rakyatnya?  Mengapa kita dipimpin oleh si Pemalsu?” teriak Fawer dengan majas retoris.

Sementara itu, Ganda Armando Silalahi mewakili Guru Honorer Simalungun, mengungkap penderitaan yang harus mereka rasakan. Atas kebijakan Bupati Simalungun JR saragih, memecat mereka sebagai tenaga honor Pemkab Simalungun.

“Bayangkan Bapak, Ibu. Kami yang seharusnya saat ini mendidik generasi bangsa, tetapi karena kesemena-menaan JR Saragih dalam memperlakukan Guru Honor, kami terpaksa jauh-jauh dari Simalungun untuk menyampaikan aspirasi kami di Poldasu ini,” ungkap Ganda sembari menjelaskan, pihaknya telah dibodoh-bodohi oleh Bupati Simalungun, melalui pungutan liar dan pemotongan gaji.  

“Tahun 2016, gaji kami sebagai Guru Honor selama 6 bulan tidak dibayar. Sedangkan tahun 2018 ini selama 6 bulan, gaji kami dipotong 50 persen. Padahal anggarannya sudah dialokasikan di APBD Simalungun. Ada apa dengan JR Saragih?” nada tanya dalam orasinya.

Belum puas, orasi dilanjutkan oleh Dora Silalahi mewakili Honorer Kesehatan. “Sudah terlalu banyak penindasan yang kami terima dari Bupati JR Saragih, saatnya kita serukan sama-sama untuk Kapolda segera Tangkap JR saragih.. Tangkap JR saragih!” serunya dengan suara lantang.

Sementara itu, Ketua GMKI Siantar Simalungun Wahyu Nolim Siregar, tak ketinggalan mengungkapkan emosi kebatinan massa. Orasinya, menekankan pada dugaan tentang konspirasi antara penegak hukum dengan JR saragih. 

“Kita sama-sama tau, bahwa pada bulan Maret lalu, Bupati Simalungun JR Saragih, sudah ditetapkan sebagi tersangka atas Pemalsuan Leges Ijazah, tapi tanpa ada kabar lanjut. Seolah-olah kasus ini hilang dan seakan tidak pernah terjadi. Ada apa dengan Poldasu?” tanya Wahyu.

Selain soal dugaan pemalsuan legalisir ijasah saat mendaftar sebagai calon Gubernur Sumut, dalam aksi massa beragam dugaan korupsi JR Saragih juga didengung-dengungkan.

Aksi tiga jam di depan pintu gerbang masuk Poldasu yang berlangsung tiga jam, ditutup dengan pembacaan sikap oleh Penasehat Aksi, Daulat Sihombing. Pernyataan   Sikap yang tertuang dalam lemaran surat resmi kemudian diserahkan kepada pihak Poldasu. Perwakilan massa, kemudian diajak berdialog di ruang Ditreskrimum Poldasu.

Sempat terjadi tanya jawab dalam pertemuan saat itu. Namun akhirnya, perwakilan Ditreskrimum berjanji akan memproses tuntutan massa. 

“Kami mengapresiasi bapak/ibu masyarakat Simalungun yang sudah membantu kami dalam melakukan penegakan hukum. Masukan dan aspirasinya akan kami proses,” janji perwakilan Ditreskrimum Poldasu yang menerima perwakilan massa yang kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Massa mengatasnamakan Aliansi Sumut Watch hari itu, terdiri dari berbagai komponen. Di antaranya: Forum Honor Simalungun Berjuang (FHSB), Lembaga Transformasi Sosial (ELTRANS), Himpunan Mahasiswa Alwasliyah (HIMMAH) Sumut, AGRESI, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar-Simalungun, Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Simalungun, Komunitas Mata Demokrasi (KOMADEM), SBSI dan Sumut Watch. (Ung/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA