oleh

Penghentian Pembangunan Patung Raja masih Sebatas Cakap-cakap

SIANTAR | GN – Ketua AMSI (Angkatan Muda Simalungun) Frengky D Sinaga, belum sepenuhnya percaya bahwa proses pembangunan patung Raja Sang Naualuh akan dihentikan. 

“Tentu kita tidak percaya kalau hanya sebatas cakap-cakap saja. Harusnya sejak wali kota bersepakat menghentikan sementara proses pembangunan tugu saat acara silaturahmi Senin lalu, seluruh kegiatan dihentikan. Faktanya, kan tidak. Proses pembangunan tetap saja berjalan,” ujar Frengky, Sabtu (8/12/2018) pagi.

Begitu pun, Frengky masih menghargai pernyataan Sekda Siantar Budi Utari, ketika menerima massa GAMIS yang mendatangi balai kota, Jumat (7/12/2018) kemarin. Sekda menegaskan kala itu, bahwa surat pemutusan kontrak kerja dengan pihak ketiga sudah dibuat. Namun, masih menunggu tandatangan wali kota untuk pelaksanaannya. “Kita hargai. Tapi itu tetap masih sebatas cakap-cakap belaka,” ungkap Frengky.

Pemko Siantar Jumat kemarin, memang telah menyatakan memberhentikan pembangunan tugu Raja Sang Naualuh di Lapangan H Adam Malik. Pemberhentian itu sekaligus pemutusan kontrak perjanjian kerja dengan CV Askonas Konstruksi Utama.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah Budi Utari, kepada pengurus GAMIS (Gerakan Masyarakat Islam) saat berunjukrasa di halaman Balaikota Siantar, Jumat (7/12/2018) sore. 

“Aspirasi kawan kawan semua sudah kita tindaklanjuti. Jadi, tidak ada lagi progres pembangunan tugu yang akan bertambah dengan terbitnya surat ini,” kata  Budi Utari didampingi Staf Ahli, Pardamean Silaen dan Pendi Jhon Musa Silalahi dari Dinas PUPR.

Surat pemutusan kontrak tersebut dilakukan oleh Pejabat Dinas PUPR kepada CV Askonas Konstruksi Utama. Perjanjian kontrak tidak dapat dipenuhi, untuk menjaga kondusifitas di Kota Siantar. Dengan itu surat perjanjian kontrak dihentikan.

Segala biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak penyedia akan dilakukan penghitungan bersama atas apa yang telah dikerjakan dan pembayaran dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

“Kita sudah mintakan kepada penyedia supaya dirapikan (lokasi pembangunan). Mudah mudahan ke depan, kita luruskan lagi pembangunannya bersama sama,” kata Budi.

Budi Utari melanjutkan, Pihaknya telah memerintahkan Dinas PUPR ke BPK untuk melakukan konsultasi ke BPK terkait pemberhentian proyek pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik

“Jadi surat ini belum ditandangani, tapi sudah disampaikan kepada Penyedia. Dan Penyedia menyampaikan agar merapikan pengerjaan,” jelas Budi di hadapan massa.

Di tempat yang sama, pengurus GAMIS kala itu, menyampaikan terimakasih kepada Pemko Siantar yang telah menerima aspirasi mereka. Dengan itu, GAMIS tetap mendukung pembangunan Tugu Sang Naualuh. (Manson/ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA