oleh

Hefriansyah Dilaporkan ke Mabes Polri, AMSI: Soal Pengalihfungsian Lahan Adam Malik

SIANTAR | GN – Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, ditenggat 3 x 24 jam untuk menghentikan lebih dulu proses pembangunan Patung Raja Sang Naualuh Damanik. Jika tidak, AMSI akan menempuh langkah hukum ke Mabes Polri.

Ketua AMSI (Angkatan Muda Simalungun) Frengky D Sinaga, menegaskan rencana tersebut bukan sekadar bertujuan untuk menyudahi pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Namun juga demi kenangan positif bagi masa depan sejarah Sang Raja. “Termasuk paling utamanya, menyudahi keangkuhan penguasa yang tak taat pada peraturan perundang-undangan. Seperti Hefriansyah ini,” tegas Frengky, Minggu (2/12/2018) pagi.

Alasan paling fundamental lagi untuk menempuh jalut hukum sambung Frenky, terkait lokasi pembangunan patung Sang Raja di Lapangan H Adam Malik Kota Siantar. Di mana, tidak diselaraskan lebih dahulu dengan Perda pemanfaatan serta penggunaan tanah lapang H Adam Malik. Sehingga, terindikasi terjadi alihfungsi lapangan H Adam Malik.

“Prodak Perda untuk pemanfaatan Lapangan H Adam Malik sudah ditetapkan sejak dulu. Harusnya diselaraskan lebih dahulu secara khusus untuk pendirian tugu raja. Sayangnya inikan tidak dilakukan. Wali Kota Siantar mengeluarkan surat keputusan sepihak, tanpa mengindahkan Perda Pemanfaatan dan Penggunaan tanah lapang. Ini keangkuhan penguasa,” sambungnya.

Surat keputusan wali kota dalam penetapan lokasi pendirian patung raja ke Lapangan H Adam Malik, masih Frengky, juga patut diduga bermuatan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) karena sebelumnya, tidak pernah ada perencanaan yang matang. “Instan dan terkesan bermuatan kepentingan. Ini yang tergambar ke publik. Karena gak pernah ada perencanaan untuk pembangunan tugu raja di lokasi lapangan alun-alun kota sebelumnya. Yang ada di taman bunga,” urainya.

Frenky berharap, wali kota segera menghentikan sementara pembangunan patung raja sebelum polemik di tengah-tengah masyarakat makin meruncing. “Penuhi aturan perundang-ungangan secara menyeluruh, setelah itu baru bicara kelanjutannya,” harap Frengky.

Sementara itu Wali Kota Siantar melalui Kabag Humas Hamam Soleh, tidak bersedia memberikan jawaban apakah proses pembangunan akan tetap dilanjutkan di Lapangan H Adam Malik Kota Siantar, atau dihentikan sementara menunggu penyelesaian polemik pro dan kontra serta perbaikan payung hukumnya. 

Sekda Kota Siantar Budi Utari Siregar, juga tak berhasil diminta jawaban atas sikap Pemko Siantar ke depan. Namun secara pasti, proses pembangunan patung raja terus dilakukan. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA