oleh

Bah…! Ternyata, Videotron Jalan Merdeka Tak Punya Izin

SIANTAR | GN – Betapa berwibawanya Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, ketika tegas menebangi ‘pohon’ kota yang tak memiliki izin serta kadaluarsa. Tapi belakangan, boroknya terbongkar juga. Videotron di Jalan Merdeka yang tak mengantongi izin, dibiarkan tegak berdiri. 

Hal ini baru terungkap setelah Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Siantar, Mardiana, dikonfirmasi kru Gobernews, Rabu (28/11/2018) kemarin.
Dijelaskan Mardiana, sesuai Perwa Nomor 2 tahun 2013 tentang penetapan perhitungan nilai sewa reklame, Videotron dengan ukuran per 1 meter, dikenakan biaya Rp900 ribu perbulan. 
“Tiap tahun izin reklame harusnya diperpanjang,” kata Mardiana sambil memastikan sejak tahun 2016, izin videotron Jalan Merdeka sudah tak berlaku. 
Sementara Kepala Bidang Aset DPKAD Kota Siantar, Subrata Nata Lumbantobing, memastikan pihaknya tetap melakukan pemungutan pajak videotron Jalan Merdeka. Tahun 2018 sambungnya, sebesar Rp50.893.000,”. “Turun dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai Rp53 juta kurang sedikit,” ujarnya.
Subrata menambahkan, bahwa penerimaan pendapatan dari videotron sudah maksimal. Karena, sudah dihitung dengan prosedur yang berlaku.

Terkait ada oknum-oknum dari penegak hukum dan organisasi kepemudaan di belakangnya, Subrata tidak membantah. Bahkan, Subrata mengatakan dirinya sampai-sampai pernah dihubungi oknum aparat penegak hukum saat pihak videotron hendak mengurus berkas pembayaran pajaknya. “Saya memang pernah ditelpon langsung oknum penegak hukum dari Polda,” tutupnya tak merinci oknum dimaksud. Namun tujuannya, agar proses pemberkasan lancar dan mudah. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA