oleh

DPRD Humbahas Cemas, Dana Pokok Pikiran Dewan Tak Diakomodasi di RAPBD 2019

SIANTAR | GN- Rapat tertutup DPRD Humbahas bersama pemerintah yang digelar secara tertutup, menggambarkan kekalutan para wakil rakyat itu akan anggaran aspirasi yang tak muncul dalam R-APBD Humbahas tahun anggaran 2019.

Praduga tersebut muncul sesaat setelah wartawan yang hendak melakukan tugas peliputan tak mendapatkan sikap simpati. Pintu ruang pertemuan di Sekretariat Dewan ditutup rapat dan wartawan tak diberi kesempatan melakukan peliputan, Selasa (27/11/2018) pagi.

“Apa yang dirahasiakan di sini. Apa pembahasan ini tak perlu diketahui rakyat,” keluh Boyke, salahsatu wartawan media online.

Boy merasa, tertutupnya rapat itu kuat dugaan untuk lobi-lobi agar anggaran pokok pikiran dewan masuk dalam RAPBD 2019.

“Saya menduga, anggaran yang sudah dimasukkan oleh pemerintah, mau diganti dengan anggaran pokok pikiran dewan,” dugaanya.

Selain itu, kebijakan rapat tertutup di ruang kantor DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Jalan Tano Tubu Dolok Sanggul, turut disesalkan Roysman Simamora, wartawan terbitan Medan. Ia menyesalkan sikap DPRD yang tidak mau pro rakyat.

Ditegaskannya, harusnya rapat tersebut dibuka untuk umum agar prioritas program pemerintah dapat diketahui oleh masyarakat. “Tapi melihat cara DPRD seperti ini, perlu dipertanyakan, pro rakyat atau kepentingan partai,” ketusnya.

Terpisah, tampak dari rapat gabungan komisi itu, setiap OPD dipanggil bergilir untuk menjelaskan program kerjanya untuk tahun anggaran 2019. Salahsatu OPD, anggarannya ada yang dicoret, yakni pengadaan APK senilai Rp 12 juta.

Rapat hari itu tampak dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD I Jimmy Togu Purba, dihadiri Ketua DPRD Manaek Hutasoit, Wakil Ketua DPRD II Marsono Simamora dan Sekdakab Tonny Sihombing berikut sejumlah pimpinan OPD.

Sementara Wakil Ketua DPRD I Jimmy Togu Purba, saat dikonfirmasi via sms sekaitan ditutupnya pintu ruangan rapat, enggan menjawab. yang hendak ditanya.

Demikian juga, salah satu satu anggota komisi Moratua Gajah. Hingga berita ini diturunkan, politisi dari Partai Gerindra ini ogah menjawab pertanyaan wartawan terkait rapat tertutup membahas alokasi anggaran pokok pikiran dewan.

Sementara, Bresman Sianturi dari Politisi Partai Demokrat, juga bersikap sama. “Saya baru datang, saya gak tahu. Mungkin itu permintaan peserta rapat,” elaknya sembari berlalu menuju ruang rapat. (Gam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA