oleh

FKUB Siantar: Toleransi, Jangan Usik Agama Orang Lain

SIANTAR I GN- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Siantar H M Ali Lubis, mengimbau kepada warga Kota Siantar untuk tidak saling mengusik Agama. Ali Lubis berharap, agar seluruh warga Siantar dapat mempertahankan toleransi.

“Siantar juara satu kota toleran se Indonesia. Jadi dengan acara ini semakin meningkat lah. Seperti yang disampaikan tadi, meraihnya mudah mempertahankannya sulit,” kata Ali Lubis ditemui di sela peringatan Hari Toleransi Internasional di lapangan H Adam Malik Kota Sintar, Rabu (21/11/2018) siang.

FKUB menggelar peringatan hari Toleransi Internasional dengan mengambil thema ‘Menolak Isu SARA dalam Pemilu 2019’ tersebut, baru kali pertama untuk Kota Siantar.

“Yang paling utama untuk mempertahankan toleransi ini, kita jangan mengusik-ngusik agama dan kepercayaan orang lain. Silahkan dia melaksanakan agamanya, kita laksanakan agama yang kita punya. Tidak usah kita mengusik-ngusik, karena itu pasti membuat ketersinggungan,” seru H Ali Lubis menegas.

Rangkaian kegiatan perayaan Hari Toleransi Internasional, mementaskan teater dari Gerakan Mahasiswa Siantar Simalungun.

Salah satu peserta, Arnots Hutasoit mengatakan, Pancasila telah mengakomodir semua agama suku dan bangsa. Melalui teatrikal tersebut, dia mengajak warga untuk bersama merawat keanekaragaman.

“Pancasila itu sebenarnya surga bagi keanekaragaman. Mari kita rawat dan tanamkan Pancasila untuk kehidupan bernegara,” ujar Mahasiswa UNIKA Santo Thomas Medan ini.

Setiap tanggal 16 November, diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Peringatan tersebut sudah diperingati sejak tahun 1996.
Cikal bakal lahirnya Hari Toleransi Internasional, yakni pada saat HUT ke-50 PBB 16 Nopember 1995. Negara-negara anggota UNESCO mengadopsi Deklarasi Prinsip-prinsip tentang toleransi. Di mana, hal itu merupakan cara untuk menghindari ketidakpedulian. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA