oleh

Jadwal Bimtek Kades Berubah, Kejaksaan belum Terima Permintaan

SIMALUNGUN | GN

Surat edaran perubahan jadwal pelaksanaan bimbingan teknis, ternyata tidak diketahui pihak Kejaksaan Negeri Simalungun.

Kajari Simalungun Irvan P Samosir, melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Simalungun, Robinson Sihombing, mengatakan, baik jadwal sebelum dirubah mau pun setelah dirubah, pihaknya belum pernah menerima surat permintaan resmi dari pelaksana bimbingan teknis. 

“Karena kita hanya sebatas narasumber, tentu kita menunggu surat permintaan dari pelaksana. Kalau ada permintaan, kita siapkan utusan kita sebagai narasumber tentunya. Tapi sampai sekarang, kan belum ada kita terima permintaan untuk menjadi narasumber itu,” sebut Robinson.

Ditegaskan sekali lagi oleh Robinson, sampai Senin (19/11/2018) sore, pihaknya belum pernah mengetahui kapan pelaksanaan bimtek akan dimulai. Apalagi, setelah adanya surat edaran perubahan jadwal, Kejaksaan sama sekali tak mengetahui itu. 

Sebelumnya di dalam surat edaran dari lembaga bimbingan teknis asal Bandung, terjadwal bimtek dimulai pada 18 November 2018. Namun entah kenapa, berubah menjadi tanggal 25 Nopember 2018. 

Seperti dikabarkan sebelumnya, lembaga bimtek menyurati 386 kades se Simalungun untuk mengikuti Bimtek Pengelolaan Anggaran Dana Desa. Perdesa, dikenakan biaya Rp20 juta. Namun permintaan itu, tidak dikuatkan oleh Pemkab Simalungun apalagi Dirjen Kemendes. Jika seluruh desa ikut mendaftar bimtek, dipastikan uang dana desa habis sebesar Rp7,72 miliar. 

Dana sebesar itu, konon kabarnya akan digunakan buat kebutuhan menghadirkan narasumber dari Kemendagri, bupati dan Kejaksaan. Pusat kegiatan, dilangsungkan di Hotel City yang kabar burungnya, milik Bupati Simalungun JR Saragih. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA