oleh

Kejari Simalungun: Kita Diminta sebagai Narasumber

SIANTAR | GN -Peran Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Anggaran Dana Desa, hanya sebatas narasumber.

Kajari Simalungun Irvan P Samosir melalui Kasi Intel Robinson Sihombing menegaskan hal itu kemarin. “Ada program pemerintah (apa saja) untuk kebaikan, kita dukung. Apalagi kita diminta terlibat,” tegas Robinson.
Begitu pun sambung Robinson, keterlibatan pihaknya di dalam kegiatan bimtek, tidaklah jauh. Yakni, hanya sebatas narasumber. “Hanya itu. Kita diminta sebagai narasumber. Tidak lebih dari itu,” tuturnya.
Dipastikan Robinson, pihaknya hanya memberikan pengetahuan soal aturan hukum penggunaan anggaran dana desa kepada para kepala desa dan perangkatnya. Soal kegiatan bimtek secara menyeluruh, itu merupakan program pemerintah. “Kita hanya mendukung. Kan baik kegiatan itu,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak DPPMN Pemkab Simalungun, yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Nagori/Desa, Odor Sitinjak, mengatakan, kegiatan bimtek pengelolaan keuangan dana desa tahun 2018 bukan kegiatan pihaknya. Tapi, gawean Kementerian Dalam Negeri yang melibatkan Kejaksaan.
“Bukan kegiatan kami itu. Kemendagri bekerjasama dengan Kejaksaan. Mengikuti atau tidak mengikutinya, sepenuhnya keputusan kepala desa, kami tidak mencampurinya,” tegas Odor.
Sikap lepas tangan DPPMN Pemkab Simalungun, ini menimbulkan kebimbangan di hati 386 kepala desa.
Mengingat, biaya mengikuti bimtek mencapai Rp20 juta. Dana tersebut, konon dikabarkan, disisihkan dari anggaran dana desa tahun 2018. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA