oleh

SPBU Simpang Marasi Tak Pernah Disetujui Warga Sekitar

SIANTAR | GN – Warga sekitar lokasi bangunan SPBU Jalan Rakutha Sembiring simpang Jalan Marasi, ternyata tak pernah mengikuti pertemuan apa pun dengan pihak pengusaha apalagi pemerintah.
Hal ini terungkap setelah M Siahaan, pemilik rumah terdekat dari SPBU, buka suara dalam pertemuan warga, Pemko Siantar, pengusaha dan perwakilan Pertamina Wilayah Medan, Jumat (16/11/2018) kemarin.
“Kita jangan melebar dulu, karena dalam undangan ini warga diundang untuk sosialisasi, bukan kami yang langsung memberikan keluhan kepada pihak pengembang SPBU,” tegas Siahaan.
 
Singkat cerita, lanjut Siahan, warga yang berdampingan dengan SPBU tidak pernah menandatangani tentang surat apa pun dari pengusaha.
 
“Jadi kami selaku warga menduga bahwa data kami sudah dipalsukan oleh pihak pengembang. Karena menurut Permendagri, sejak awal pembangunannya,  SPBU seharusnya mendapat izin HO dari warga sekitar terlebih dahulu. Baru izin-izin lain bisa diurus. Ini secara jelas tidak ada. Baru ini kami warga yang terdekat dengan SPBU diundang,” tutur M Siahaan.
Camat Siantar Martoba A Sembiring, sebagai fasilitator pertemuan warga dengan pihak pengusaha, lantas meminta pihak pertamina menyampaikan jawaban.
Bagian Pemasaran Pertamina Medan, Yoga, kemudian memberikan jawaban. “Memang hal yang utama untuk mendirikan SPBU adalah izin HO dari warga setempat. Itu sudah dipenuhi oleh pihak pengembang,” terang Yoga tak bisa merinci warga mana yang memberi izin HO dengan alasan dokumen tertinggal di kantor.
Warga lantas meminta agar pengusaha SPBU  yang membuka dokumen HO agar jelas siapa saja dan warga mana saja yang dimanfaatkan pengusaha untuk melengkapi izin HO demi memuluskan tujuannya.
Sayangnya, pihak pengusaha juga tak bisa membuka dokumen HO yang katanya sudah mereka dapatkan dari warga sekitar SPBU. Namun pihak pengusaha diwakili Yuan, bersama kuasa hukum Miduk Panjaitan, memastikan izin dari Pemko Siantar sudah mereka kantongi. Persoalan khilaf menurut mereka adalah manusiawi. Begitu pun lanjut pihak pengusaha, mereka siap menanggungjawabi jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan menimpa warga.
Walau tak memuaskan warga, pertemuan berakhir tanpa kejelasan. Selain 10 warga sekitar lokasi SPBU, hadir dalam pertemuan itu Plt Lurah Naga Pita, Satpol-PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kabid Perizinan Pemko Siantar. (Manson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA