oleh

Ribuan Honorer akan Mengadu ke Presiden

SIMALUNGUN- GN

Selain menempuh jalur konstitusi, ribuan tenaga honor yang akan dipecat Pemkab Simalungun, juga berencana mengadu ke Presiden Jokowi . 
Kordinator FHSB (Forum Honor Simalungun Berjuang (FHSB), Ganda Armando Silalahi, membocorkan  rencana itu kepada wartawan, Rabu (14/11/2018) pagi. Armando mengatakan, pihaknya yang terdiri dari tenaga honor guru, kesehatan dan seluruh  organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Simalungun, menolak pemecatan yang akan dilakukan pemerintah daerah. Karena akan menghilangkan sumber penghidupan mereka.
“Ribuan tenaga honor Pemkab Simalungun menolak dipecat dan akan melawan melalui upaya hukum, karena pemecatan dilakukan sepihak tanpa musyawarah dan pemerintah daerah tidak memikirkan kelangsungan hidup keluarga tenaga honor. Bagaimana nasib keluarga honorer jika kehilangan pekerjaan,” sebut Ganda.
Bahkan, Ganda juga meminta pemerintah daerah, menjelaskan kepada tenaga honor soal kriteria yang akan dipecat dan yang dipertahankan.
Selain itu, Ganda mendesak Pemkab Simalungun, membayar kekurangan gaji tenaga honor tahun 2018 yang sempat dibayarkan hanya Rp1 juta dari seharusnya Rp2 juta. Mengingat perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) Simalungun, ditolak pengesahannya oleh Pemprovsu.
Pemkab Simalungun juga dimintanya, membayarkan gaji tenaga honor tahun 2016 selama 6 bulan (Juli- Desember) yang hingga kini tak pernah diterima.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Simalungun, Sarimuda Purba mengatakan, pemerintah daerah sudah mengusulkan pemecatan sekitar 2000 lebih tenaga honor di Rancangan Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2019 karena pemerintah daerah tidak lagi mampu membayar gaji tenaga honor.
Dia juga mengatakan, pemerintah daerah sejauh ini belum dapat memberikan solusi terkait pemecatan tenaga honor yang menurutnya bisa menghemat anggaran sekitar Rp30 miliar.
Sekretaris Forum Guru Honor (FGH) Simalungun, Beni Purba, menambahkan pihaknya sudah menggelar rapat dengan perwakilan seluruh tenaga honor demi membahas upaya yang akan dilakukan jika pemerintah daerah melakukan pemecatan.
“Seluruh perwakilan tenaga honor Simalungun sudah melakukan rapat Rabu (14/11/2018) untuk menyiapkan langkah yang akan dilakukan jika benar-benat dipecat. “Termasuk menemui Presiden Jokowi di Jakarta,” ujar Beni. (davis suhendra)

BACA JUGA