oleh

Sonerbin Simangunsong Sukses Kurangi Angka Pengangguran

Catatan: Sutan Harefa

Produksi budi daya ikan lele milik Sonerbin Simangunsong, bisa mencapai 500 kilogram perhari. Tak heran, ayah tiga anak itu kini telah menyerap 30 tenaga kerja.

Di sela kesibukannya saat disambangi gobernews.co.id, Sonerbin mengaku belum mau mendongkrak produksi sampai akhir tahun 2019 mendatang. Pasalnya, konsentrasinya saat ini sedikit terbelah dengan rencana maju sebagai calon legislatif (Caleg) Kota Siantar untuk daerah pemilihan (Dapem) Siantar Timur dan Siantar Selatan.

Budi daya ikan lele kolam terpal sambung Sonerbin, sangat potensial menanggulangi pengangguran. Karena itu pula dirinya termotivasi untuk ikut dalam kancah Pileg 2019 mendatang. “Budi daya ikan lele yang saya rintis saja bisa menyerap 30 lapangan kerja baru. Di bayangan saya, jika kegiatan-kegiatan semacam ini kita seriusi dalam skala besar, tentu akan bisa membuka lapangan kerja baru yang lebih banyak lagi. Ini memotivasi saya juga untuk duduk di dewan. Hal-hal semacam ini yang nantinya kita perjuangkan untuk dikembangkan dalam pemerintahan. Tak hanya ikan lele tentunya. Peluang lain juga banyak yang luput dari perhatian,” ungkap Sonerbin.

Budi daya ikan lele kolam terpal memang sangat membutuhkan lokasi. Namun soal modal, Sonerbin memastikan tidak terlalu besar. Tergantung disain yang diinginkan. “Intinya, pasti untung. Tergantung keseriusan saja. Kalau mau mengembangkan budi daya ikan lele, saya siap untuk menularkan kiat mencapai keberhasilan. Gratis. Datang saja ke kolam saya,” kata Sonerbin dengan senyum.

Saat ini sambung Sonerbin, sirkulasi 23 kolam yang tersedia tengah memproduksi 300 ribu bibit ikan lelel. Perhitungan sekali panen mencapai 500 kilogram perhari. Mejaga pakan dan merawat sterilisasi kondisi air kolam dilakukan oleh 5 pekerja. Sedangkan 25 tenaga kerja lainnya, bertugas menyortir dan memasarkannya. Dengan gaji UMR, Sonerbin rela dengan sengaja melalukan itu sekali pun mampu memangkas jumlah tenaga kerja. “Kita mau pemberdayaan masyarakat. Ketimbang nganggur, kita berdayakan masyarakat untuk berkiprah di sini. Harapan kita ke depan, mereka bisa membudidayakan sendiri,” harap Sinerbin.

Jaki, salahsatu pekerja mengaku, ikut dalam usaha budi daya ikan lele milik Sonerbin membuat dirinya kini lebih percaya diri. “Selama ini nganggur bang. Untung ada bang Sonerbin. Kami dikasi gaji dan sepedamotor yang kreditnya bisa ditutup dari hasil penjualan ikan lele. Tentu jika mencapai target,” tukas Jaki sambil memastikan, dalam sehari target tidak sulit dicapainya. (***)a

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA