oleh

Serta Ulina Nyuruh Warga Nanya ke Kubur?

SIANTAR | GN – Sulitnya mendapat akta kelahiran di Kota Siantar, harus menjadi perhatian serius Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. Jangan sampai, ada lagi warga dipaksa dulu bertanya ke kubur. 

Kemarin, Ogek keluar dari kantor Disdukcapil Kota Siantar. Dengan raut wajah lesu, pria tambun ini berjalan menuju pelataran parkir sepedamotor di sisi depan kantor. Warga Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara, ini ternyata lagi kecewa. Pihak Disdukcapil, baru saja menolak pencetakan akta kelahiran untuk anaknya. “Peningla Bang,” gerutunya kesal menjawab gobernews.co.id hari itu.

Ogek mengatakan, sebelum nekat mendatangi kantor Disdukcapil, perjuangannya sudah panjang untuk bisa mendapatkan akta kelahiran buat anaknya. Dari RT, Kepling bahkan terakhir Kantor Kelurahan harus didatanginya. “Bayangkanla Bang. Surat pengantar dari lurah saja seminggu awak nunggunya. Begitu ke sini (Disdukcapil) malah ditolak,” keluhnya.

Ternyata sambung Ogek, Disdukcapil tak bersedia memproses berkas yang diajukannya karena syarat yang kurang lengkap. “Akta kelahiran saya gak ada Bang. Kalau akta istri saya ada. Karena akta kelahiran saya gak ada, pencetakan akta kelahiran untuk anak saya gak bisa kata mereka. Harus ada dulu akta kelahiran saya. Baru akta kelahiran anak saya bisa dicetak. Begitu katanya Bang,” ujar Ogek.

Ogek saat itu sempat menyampaikan permohonannya agar Disdukcapil, mencetakkan saja akta kelahiran atas namanya. Ironisnya, petugas Disdukcapil menolak. Karena hal serupa yang diterapkan kepada anaknya, juga berlaku sama untuk Ogek. Di mana, Ogek harus melengkapi dulu persyaratan yang berlaku. Membawa akta kelahiran kedua orangtuanya. 

Ogek berusaha memberi penjelasan bahwa akta kelahiran kedua orangtuanya tak pernah ada. Apalagi, kedua orangtuanya sudah lama meninggal dunia. “Mereka bingung Bang. Tapi ujung-ujungnya, minta surat nikah orangtua saya mareka. Mau kemana saya cari. Secara gak langsung, mereka seolah menyuruh saya nanya ke kuburan orangtua saya mungkin ya,” kesal Ogek. Tak ada solusi, Ogek pun memilih pergi meninggalkan kantor Dukcapil di Jalan Melanthon Siregar.

Sulitnya mengurus akta kelahiran ikut dirasakan Yus. Lebih unik lagi, Yus yang sudah lengkap berkas, harus kecewa. Dikarenakan, jarak kelahiran anaknya dengan usia pernikahannya, tarpaut rentang waktu 9 tahun. “Namanya gitu rejekinya. Awak pun maunya begitu kawin terus bunting. Cuma kehendak Tuhan harus nunggu 9 tahun baru punya anak. Apa bisa kita paksa-paksa bunting kalau bukan kehendak Yang Kuasa,” kesal Yus. 

Alasan petugas Disdukcapil, jauhnya jarak lahir anak Yus dengan usia pernikahannya, patut diduga anak tersebut bukan anak kandung Yus dan suaminya. Sekali pun, sudah ada surat keterangan bidan yang membantu persalinan. “Saya juga siap membawa bidannya. Tapi mereka tetap gak mau. Kalau mereka curiga, siapkanla dana biar tes DNA saja sekalian,” ketus Yus sinis.

Dukcapil sempat memberi solusi pada Yus. Tapi, lagi-lagi sulit dipenuhi. Yus, diminta membawa akta lahir kedua orangtua suaminya. Atau kalau tidak ada, bisa buku nikah saja. Tapi sayangnya, kedua orangtua suaminya, sudah lama meninggal dunia. Alhasil, Yus pulang karena tak ada solusi untuk mendapatkan akta kelahiran buat anaknya. “Mau kemana kami nyari buku nikah orangtua kami? Dah lama meninggal. Apa mungkin kami tanya ke kuburannya?” tanya Yus kesal.

Sementara petugas piket Dukcapil Kota Siantar, kepada gobernews.co.idmengatakan, itu adalah prosedur yang ditekankan pimpinannya. “Itu prosedur Bang. Kami gak bisa lari dari perintah pimpinan. Sudah banyak ditolak yang begitu,” sebut petugas menolak namanya disebut. Sementara Kadis Dukcapil Serta Ulina Girsang, tidak berhasil ditemui lantaran sedang dinas luar. 

Sementara Kabag Humas Pemko Siantar Hamam Soleh, berjanji akan segera merespons masalah seperti ini untuk dicarikan formulasi tepat demi solusi. “Coba nanti kita bahas dan kita upayakan mencarikan solusinya,” tegas Hamam. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA