oleh

Zulkifli Lubis jangan Terabas Kearifan Lokal

SIANTAR | GN – DirutPDAM Tirtauli Kota Siantar Zulkifli Lubis, makin jauh dari harapan untuk bisa membangun PDAM Tirtauli lebih baik lagi. Pasalnya, merawat kearifan lokal saja pun tak mampu.

Tokoh Pemuda Simalungun Jedam Damanik, mengaku perihatin dengan sikap Zulkifli sejak menjabat Dirut PDAM Tirtauli Kota Siantar. Falsafah Budaya Simalungun ‘Sapangambei Manoktok Hitei’ yang bermakna universal sebagai kearifan lokal, seolah diterabas seenak dengkul saja. 

“Di internal pegawainya, Zulkifli membentangkan jarak. Sementara di luar management, Zulkifli pun tak menganggap DPRD Siantar sebagai jelmaan rakyat Kota Siantar,” tegas Jedam, Jumat (28/09/2018) pagi.

Hal ini terungkap setelah DPRD Siantar, menolak untuk rapat membahas P-APBD bersama Zulkili Lubis mewakili PDAM Tirtauli. “Sejak dilantik gak pernah koordinasi dengan dewan. Kita menolak rapat bersama PDAM,” kata anggota dewan Kennedi Parapat, saat rapat pembahasan P-APBD 2018 Kota Siantar, Rabu (26/09/2018) kemarin.

Fakta penolakan dewan ini menurut Jedam, membuktikan ketidakmampuan Zulkifli Lubis menempatkan diri untuk mau menghormati kearifan lokal. “Sapangambei Manoktok Hotei itu bermakna kerja sama. Bergotongroyong. Jadi mau bagaimana PDAM bisa maju kalau Zulkifli tak menghargai falsafah itu. Apa bisa dia bekerja sendiri? Apa gak perlu dia menjalin hubungan erat dengan pegawai dan merekatkan harmonisasi dengan DPRD selaku ruh warga Kota Siantar,” tanya Jedam.

Selain ditolak rapat bersama dewan, sebelumnya sikap Zulkifli dikabarkan miring. Pasalnya, sejak menjabat Direktur Utama PDAM Tirtauli, Zulkifli makin membentangkan jarak antara pegawai dan jajaran pejabat di ruang lingkup PDAM Tirtauli. Terutama, akses gedung direksi yang kini tertutup bagi pegawai. Pintu masuk dan keluar ke gedung direksi yang dulunya bebas, kini terkunci dengan sandi sidik jari. 

“Jadi tolong. Jangan lecehkan falsafah Sapangamei Manoktok Hitei yang menjadi motto Pemko Siantar. Zulkifli, anda datang entah dari mana ke tanah kami ini. Jangan jadikan kami tamu di rumah kami sendiri. Ingat itu,” tutup Jedam. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA