oleh

SAPMA PP: JR Seperti Tak Pernah Sekolah!

SIMALUNGUN | GN – Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA-PP) Kabupaten Simalungun, Sabaruddin Sirait SH, menyindir Bupati Simalungun JR Saragih seperti tak pernah sekolah. 

Sindiran Sabaruddin sekaligus respons SAPMA PP atas kebijakan buruk Pemkab Simalungun hingga mengancam masa depan para guru honor. “Kami menilai penelantaran guru honor ini menunjukkan JR Saragih seperti tidak memiliki hati nurani dan bahkan, terkesan seperti tidak pernah sekolah. Apa beliau tidak pernah tahu bagaimana berjasanya para guru-guru untuk mencerdaskan generasi bangsa ini,” tanya Sabaruddin.

Kebiajakan pemerintah untuk menghentikan gaji guru honor di Simalungun, sambung Sabaruddin, merupakan klimaks dari serangkaian skenario pemerintah untuk menghabisi masa depan para guru. “Tak berkesudahan derita para guru honor ini selama kepemimpinan JR Saragih. Sempat mengalami pemotongan gaji 50 persen, diwajibkan membayar perpanjangan SK, hingga akhirnya honor pun akan diputus total oleh Pemkab Simalungun. Alasan ketidakmampuan keuangan untuk membayar tak masuk akal. Ini tragis sekali,” sambung Sabaruddin.

Keperihatinan SAPMA PP terhadap nasib guru honor, juga menurut Sabaruddin, akan mereka tunjukkan dengan ikut mengawal aksi melawan kezoliman penguasa. “Kita siap menjadi garda terdepan untuk ikut bersama guru honor melawan kezoliman ini,” janji Sabar seraya menyeru kepada aparat penegak hukum, tidak diam dan hanya menjadi penonton dalam kebijakan pemerintah yang mengancam masa depan para guru honor.

Sebelumnya dikabarkan, ratusan honorer dari tenaga pendidik Pemkab Simalungun, melakukan aksi menginap di gedung DPRD Simalungun. Aksi itu sebagai bentuk protes honorer atas kebijakan pemerintah memutus gaji dan ancaman pemberhentian para honorer. Hingga kini, Pemkab Simalungun masih belum memberi solusi kongkrit terkait hal ini. (Ung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA